Pelajar Gowa Jadi Korban Perdagangan Perempuan, Ini Kata Bupati

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa akan meningkatkan pengawasan terhadap siswa-siswi

Pelajar Gowa Jadi Korban Perdagangan Perempuan, Ini Kata Bupati
ari maryadi/tribungowa.com
Tiga pelaku perdagangan perempuan digelandang ke Mapolres Gowa, Jl. Syamsuddin Tunru Sungguminasa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Dua pelajar asal Kabupaten Gowa, DN (17) dan NA (18) menjadi korban perdagangan manusia. Keduanya dipekerjakan sebagai pelayan kafe remang-remang yang melayani tamu minum minuman beralkohol.

Kasus ini berhasil terungkap, setelah orang tua salah satu korban (SC) melapor ke Mapolres Gowa, Jumat (8/2/2019) lalu. Ia melaporkan jika anak perempuannya telah dibawa lari dan dipekerjakan pada kafe di Kabupaten Pangkep.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa akan meningkatkan pengawasan terhadap siswa-siswi di sekolah agar kasus ini tidak terulang kembali.

Menurutnya, para guru akan diminta melakukan pemantauan terhadap siswa-siswinya di sekolah. "Kita akan cek di sekolah masing-masing, guru akan kami minta melakukan pengawasan dan memantau setiap siswa-siswi di sekolah," kata Adnan kepada Tribun Timur.

Selain itu, lanjut Adnan, Pemkan Gowa juga akan meminta dukungan para orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Adnan menilai pengawasan kepada anak butuh kerja sama pemerintah dan orang tua.

"Karena kami tidak bisa mengawasi selama 24 jam. Yang bisa melakukan pengawasan secara optimal tentu adalah orang tua dan keluarga terdekatnya," kata Adnan.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Mudah-mudahan ada kesadaran kita semua untuk menjaga keluarga dekat kita sehingga tidak ada lagi korban-korban selanjutnya," tandas Adnan.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Herly Purnama mengungkapkan, korban perdagangan perempuan ini diawalnya dirayu dengan pekerjaan bergaji Rp 500rb perpekan oleh salah satu pelaku, NR (17). Korban tergiur mengiyakan.

Korban dijemput oleh pelaku Amir Bin Ambo dan Muh Saing di sebuah salon Jl. Manasaupa Kota Makassar dan langsung dibawa ke Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep, Sabtu (2/2/2019).

"Saat tiba, korban kaget ternyata pekerjaan yang dijanjikan adalah pelayan kafe remang-remang. Tugasnya menemani tamu minum minuman beralkohol," kata Herly Purnama, Senin (11/2/2019).

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved