RILIS

KPU Sulsel-JaDI Sulsel, Kemana Arah Suara Perempuan?

Secara angka, jumlah pemilih perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

KPU Sulsel-JaDI Sulsel, Kemana Arah Suara Perempuan?
DOK JADI SULSEL
KPU Sulsel-JaDI Sulsel, Kemana Arah Suara Perempuan? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Secara angka, jumlah pemilih perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Berdasarkan data KPU Provinsi Sulawesi Selatan jumlah pemilih 6.159.375 dengan rincian laki-laki 2.987.375 dan perempuan 3.171.811 pemilih, tentu saja ini menjadi suara potensial bagi para perempuan yang akan bertarung dalam pemilihan legislatif yang serentak dilaksanakan di17 April 2019.

Mardiana Rusli, ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia ( JaDI) Sulsel, partisipasi perempuan tinggi, tidak hanya jumlah pemilihnya tetapi menggunakan hak suaranya di TPS juga lebih tinggi dibandingkan pemilih laki-laki.

Berdasarkan data Pemilu 2014 dari total 3,045,345 suara perempuan sebanyak 1,653,587 dan laki-laki 1,391,758. Itu menunjukan partisipasi perempuan di TPS.

“Partisipasi perempuan sangat tinggi, sebaliknya jumlah caleg perempuan terpilih belum memenuhi quota 30 %, “ kata Ana Rusli dalam kegiatan Afirmasi Perempuan dalam Politik, 10 Februari 2018, Ini dilihat.

Lanjutnya jumlah perempuan DPRD Provinsi Sulsel dari 85 kursi hanya 15 yang di isi oleh perempuan. Hal lain menurut Ana, minat perempuan untuk menjadi penyelenggara di 2019 masih kurang di beberapa daerah komisioner KPU perempuan justru tidak ada.

Seperti Takalar,Bulukumba, Luwu, Palopo, Luwu Utara dan Pinrang, ada perempuan yang mendaftar itu jatuh di proses dengan berbagai alasan baik dari nilai CAT maupun oleh putusan tim seleksi.

Sementara itu, Faisal Amir, Komisioner KPU Sulsel divisi Partisipasi Masyarakat menyampaikan, regulasi sudah mendorong quota 30 % dan wajib dipatuhi oleh partai politik memenuhi syarat pencalonan. Tinggal perempuan harus lebih aktif merespon peluang ini dengan melakukan berbagai kegiatan.

“Pendidikan politik perempuan, pengetahuan kepemiluan bagi pemilih perempuan agar bisa menjadi bekal bagi perempuan bisa berkompetisi disektor manapun. Tidak hanya sebagai pemilih tetapi kedepan bisa menjadi mencalonkan di legislatif maupun bergabung menjadi penyelenggara pemilu, “ kata Faisal

Dalam kesempatan ini, Faisal juga berharap pemilih perempuan mempertahankan grafik partisipasi dari periode ke periode selalu meningkat. Untuk itu, pengetahuan kepemiluan harus dipahami betul dalam proses tahapan pemilu yang berjalan.

Misalnya, kata Faisal, pengetahuan kategori pemilih dan syarat pemilih. Ada yang namanya pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar pemilih Tetap tambahan (DPTb) pemilih pindahan yang menggunakan formulir A5 dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang secara berbeda waktu mencoblos. Selain itu, pemilih juga harus paham soal dapil karena terkait pemilih pindahan dan tata cara mencoblos.

“ Harus dipahami tata cara mencoblos, untuk menghindari banyaknya suara tidak sah, “ tambah Faisal.

Sosialisasi KPU Sulsel adalah kerjasama dengan JaDI Sulsel untuk dengan segmen pemilih perempuan. Peserta yang hadir dari berbagai kampus, organisasi Majelis Taklim Muthia dan Fatayat NU Se-Sulsel. (RILIS*)

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved