Unhas Launching dan Kuliah Perdana Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu

Dorongan kuat pemerintah agar PT membuka prodi berdasarkan kebutuhan dan perkembangan global.

Unhas Launching dan Kuliah Perdana Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu
Kasubdit Humas dan Informasi Publik
Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai babak baru pengembangan program studi kekinian.

Dorongan kuat pemerintah agar PT membuka prodi berdasarkan kebutuhan dan perkembangan global.

Unhas menjawab tantangan itu dengan membuka Program Studi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu.

Baca: Banyak Jenderal & Kolonel Nganggur Kerjanya Upacara Tiap Hari, Komentar Salim Said & Jubir TNI

Baca: Inilah Kesaksian Ustaz Yusuf Mansur tentang Presiden Jokowi & Iriana, Apa Kaitannya Bisnis Paytren?

Baca: Harga Rp 2 Jutaan, Bandingkan Spesifikasi Redmi Note 7 dan Samsung Galaxy M20, Cek Sony Xperia XZ4

Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu merupakan kerjasama antara Unhas dan Kabupaten Asmat Propinsi Papua.

Terjadinya kasus campak dan gizi buruk di Agats Kabupaten Asmat di awal Januari 2018 turut dipikirkan dan ditindaklanjuti oleh sivitas akademika Unhas. Tanggung jawab intelektual sebagai “hub” pendidikan tinggi Indonesia Timur senantiasa dikumandangkan dari akal dan nurani warga Unhas.

Launching prodi ini dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Akademik Unhas. Sedangkan kuliah perdana terhadap 36 orang mahasiswa baru dibawakan oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kementerian Kesehatan, dr Ahmad Soebagyo, MARS.

Selain itu turut hadir Dekan FK, Dekan Fak. Keperawatan, Ketua Departemen dan Prodi dalam lingkup kesehatan.

Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, PhD mengatakan, Sabtu, (9/2/2019) Unhas memulai kuliah perdana sekaligus launching Prodi Vokasi D3 Kesehatan Terpadu di Ruang Senat Fakultas Kedokteran Unhas.

"Kuliah perdana dan launching prodi baru ini merupakan akhir dari proses panjang dalam menjembatani harapan pemangku kepentingan dan Unhas sebagai institusi pendidikan. Ini juga menjadi awal dari proses pembelajaran yan harus tetap mengedepankan kualitas" kata Suharman melalui rilisnya, Minggu (10/2/2019).

Dekan Fakultas Kedokteran, Prof Budu sebagai penanggungjawab prodi ini menjelaskan awal mula kerjasama ini. Ditandai dengan pengiriman tim Unhas ke Asmat pada awal Februari 2018 yang terdiri dari dokter dan residen senior sebanyak 19 orang.

"Dari pengamatan lapangan, Unhas melihat persoalan di Asmat tidak bisa hanya diselesaikan dalam jangka waktu pendek. Harus ada langkah konkrit jangka panjang yang Unhas harus lakukan untuk mempersiapkan generasi masa depan Papua melalui pendidikan khusus untuk itu," kata Budu.

Prodi Vokasi ini telah melakukan tes seleksi masuk pada bulan Agustus 2018 yang dilaksanakan di Asmat. Ada 36 orang calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi.

Akhir tahun 2018, 36 calon maba ini telah hadir di Makassar untuk memulai proses adaptasi. Nantinya prodi ini akan dibina oleh tenaga pengajar dari lintas fakultas dibidang kesehatan (FK, FKG, FKM, FKeperawatan, FFarmasi). 

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved