Kampus Unsulbar Disegel, Plt Rektor Nilai Tuntutan Aliansi Ranahnya Kementerian

Kantor Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Sulbar) serta fakultasnya masih disegel oleh aliansi Unsulbar menggugat.

Kampus Unsulbar Disegel, Plt Rektor Nilai Tuntutan Aliansi Ranahnya Kementerian
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Gedung Rektorat Unsulbar yang disegel. Kantor Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Sulbar) serta fakultasnya masih disegel oleh aliansi Unsulbar menggugat. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNSULBAR.COM, SULBAR -- Kantor Rektorat Universitas Sulawesi Barat (Sulbar) serta fakultasnya masih disegel oleh aliansi Unsulbar menggugat.

Penyegelan telah memasuki hari keempat. Gedung Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pertama di Sulbar ini masih ditutup menggunakan bangku dan kayu. Tidak ada aktivitas apapun di gedung yang terletak di Kecamatan Banggae Timur, Majene ini.

Begitupun di sejumlah gedung fakultas, tidak ada aktivitas akademik berlangsung. Seluruh kegiatan kampus terhenti.

Baca: Wabup Enrekang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Malua dan Baraka

Baca: BREAKING NEWS: Warga Komplek PU Mallengkeri Makassar Temukan Bayi di Lahan Kosong

Baca: Kadis Sosial Selayar Target Bantuan PKH Tahap I Rampung Bulan Ini

Penyegelan dilakukan oleh dosen dan staf non PNS Unsulbar yang tergabung dalam aliansi Unsulbar menggugat.

Mereka menuntut kejelasan status pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Serta meminta diberikan peta jabatan di kampus dan perbaikan infrastruktur. Aksi penyegelan sekaligus mogok kerja itu dilakukan sejak Senin (4/2/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsulbar, Muhammad Saad menyayangkan aksi penyegelan tersebut. Menurutnya tuntutan para dosen dan staf non PNS bukanlah ranahnya Unsulbar. Melainkan kewenangan pemerintah pusat.

"Itu sudah saya sampaikan ke teman-teman tolong kalau bertindak, jangan membuat kita jadi blunder gitu, karena Alhamdulillah Menteri itu peduli banget terutama Unsulbar," ujar Muhammad Saad.

Kata Muhammad Saad, P3K sebelumnya telah dibahas pada pertemuan di Bali, 25-26 Januari lalu. Pertemuan itu dihadiri oleh 35 Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) se Indonesia.

Halaman
12
Penulis: edyatma jawi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved