Guru SDN 1 Labakkang Cubit Siswa, Kadisdik Pangkep: Sementara Dimediasi

Idris mengaku, tidak ingin tergesa-gesa mengambil tindakan karena pengambilan keputusan tidak boleh secara sepihak.

Guru SDN 1 Labakkang Cubit Siswa, Kadisdik Pangkep: Sementara Dimediasi
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Muhammad Idris Sira. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Kepala Dinas Pendidikan Pangkep, Muhammad Idris Sira menanggapi terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap siswanya di SDN 1 Labakkang Pangkep.

"Iya sementara kita ambil data keduanya. Mereka masing-masing harus memberikan keterangan kepada kami supaya kita tahu letak permasalahan sebenarnya dan solusinya seperti apa?," ujarnya dikonfirmasi TribunPangkep.com, Jumat (8/2/2019).

Idris mengaku, tidak ingin tergesa-gesa mengambil tindakan karena pengambilan keputusan tidak boleh secara sepihak.

"Jadi akan kami pertemukan langsung antara orang tua korban, korbannya dan oknum guru tersebut agar semuanya jelas," ungkapnya.

Idris menyebut, dari hasil pertemuan itulah akan diketahui kebenarannya dan akan langsung ditindaki.

"Kita mau tahu siapa bohong, siapa mengada-ada karena masa mau langsung ditindaki orang tanpa ada kejelasan," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak Dinas Pendidikan Pangkep menerima laporan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) dan Lembaga Pemerhati Perempuan dan Anak (LP2A) soal dugaan kekerasan fisik oleh oknum guru terhadap siswanya yang terjadi di SDN 1 Labakkang.

Guru berinisial R ini diduga melakukan tindakan kekerasan dengan cara mencubit hingga memarahi siswanya.

Kejadian ini terjadi, Senin (4/2/2019) saat siswa diberi tugas membuat lampion tetapi karena belum selesai siswa tersebut mendapat marah dan mencubit siswanya.

Siswa yang diduga mengalami kekerasan dari gurunya tersebut awalnya tidak melapor, cuma orang tua siswa lainnya yang melapor ke orang tua anak tersebut.

Orang tua anak langsung mendatangi sang guru untuk menanyakan penyebab anaknya dicubit, tetapi dia mendapat respon tidak baik dari guru tersebut.

Kemudian bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) dan Lembaga Pemerhati Perempuan dan Anak (LP2A) didampingi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaporkan ini ke pihak Dinas Pendidikan.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved