Kader PSI Parepare Mundur, Pengamat Politik Nilai Rekrutmen Kader Tak Bagus

"Jika ini tidak berjalan maka keluar masuk anggota menjadi hal yang tidak terelakkan," katanya.

Kader PSI Parepare Mundur, Pengamat Politik Nilai Rekrutmen Kader Tak Bagus
TRIBUN TIMUR/MULYADI
Sejumlah kader PSI Parepare yang mundur. Salah satu kader PSI yang mundur, Aditya Putra didampingi sejumlah kader lain, Selasa (5/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Ali Armunanto SIP MSi menanggapi banyaknya kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mundur di Kota Parepare.

"Ini menunjukkan, pengurus PSI Parepare belum memiliki kemampuan tata kelola partai baik, hal ini bisa diakibatkan dari sistem rekrutment yang tidak bagus serta mekanisme kaderisasi yang tidak berjalan," kata Ali, Kamis (7/2/2019).

Baca: Mengemis di Maros, Wanita Asal Sudiang Ini Menyamar Jadi Nenek-nenek

Baca: Raker Reformasi Birokrasi, Kakanwil Sulsel Bentuk Tim Khusus

Ia menganggap, institusionalisasi partai seharusnya dibangun dari sistem rekrutmen dan kaderisasi kuat sehingga masalah komitmen dan identitas kepartaian bisa terinternalisasi dengan baik di kalangan anggota.

"Jika ini tidak berjalan maka keluar masuk anggota menjadi hal yang tidak terelakkan," katanya.

Selanjutnya adalah profesionalisme dalam tata kelola partai, seperti kepastian karir dalam berpartai, kewenangan dan pendistribusian sumber daya partai serta pengambilan keputusan.

Baca: Jelang Valentine, Dua Store CMK di TSM Makassar Hadirkan Berlian Lustra dan Rhythm

"Jika semua itu tidak dikelola dengan profesional maka akan mengakibatkan partai menjadi organisasi keluarga atau paguyuban," katanya.

Sebelumnya, kader PSI Parepare mundur karena menganggap tata kelola keuangan partai tidak transparan.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved