3,5 Jam Kapolda Sulsel Catat Masukan dari 29 Doktor Saat Diskusi Forum Dosen Majelis Tribun

Usai berbicara di awal forum, mantan Direktur Pencegahan di Badan Nasional Penanggulangan dan Pencegahan Teroris (BNPT) ini, mengeluarkan buku catatan

3,5 Jam Kapolda Sulsel Catat Masukan dari 29 Doktor Saat Diskusi Forum Dosen Majelis Tribun
ikbal/tribunjeneponto.com
Suasana Diskusi Forum Dosen Majelis Tribun 

Laporan Wartawan TribunTimur.com, Ikbal Nurkarim

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Selama sekitar 3,5 jam, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs H Hamidin, menyimak dan mencatat aneka masukan soal peta kerawanan politik, sosial, dan lingkungan menjelang Pemilu 2019 dari 29 akademisi lintas perguruan tinggi di Kota Makassar, dalam diskusi Forum Dosen Majelis Tribun Timur di Aula Lt 4 Tribun Timur, Jl Cenderawasih No 430, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Rabu (6/2/19) siang.

Selain profesor dan para dokter, dalam diskusi ini juga hadir Ketua Bawaslu Sulsel Dr HL Arumahi, Komisioner KPU Sulsel Dr Syarifuddin Jurdi dan mantan Ketua KPU Sulsel Dr Iqbal Latief.

Acara diskusi dimulai pukul 13.30 wita. Hingga pukul 16.30 wita, Kapolda masih merespons dan menjawab bergilirin masukan dari para akademisi.

Usai berbicara di awal forum, mantan Direktur Pencegahan di Badan Nasional Penanggulangan dan Pencegahan Teroris (BNPT) ini, mengeluarkan buku atatan dan pulpen.

Nama, asal perguruan tinggi dan keyword masukan dia catat satu persatu. Hampir 2 jam, para akedemisi lintas kampus dan keilmuan ini berbicara.

Saat dipersilahkan oleh moderator diskusi, Prof Dr Adi Suryadi Culla MA, spontan kapolda merespon.

"Wah setelah mendengar, saya jadi semakin takut. Tapi ini tak akan membuat saya mundur, untuk menjaga keamanan di Sulsel, ujar almnus Akpol 1987 yang seangkatan dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ini.

Dia mengakui banyak menerima masukan berharga. Pengalaman tiga kali menjadi Kapolres di Sulsel (2001-2006); mulai Kapolres Bantaeng, Kapolres Luwu Utara dan Kapolres Gowa, diakui bisa dia lalui karena banyak mendengar masukan dan terjun langsung ke lapangan.

"Tiga kali saya kapolres, itu hanya kabupaten. semua potensi konfliknya berbeda-beda. Tapi jadi kapolda itu membawahi 24 kabupaten/kota, jadi lebih kompleks," ujar pria kelahiran Palembang, Sumsel ini.

Akademisi yang hadiri dan menberi masukan antara lain.

Prof Dr M Qasim Mathar(UIN Alauddin)
Prof Dr Muin Fahmal MH (UMI)
Prof Dr M Ghalib MA (UIN Alauddin)
Prof Dr Ahmad Sewang MA(UIN Alauddin)
Prof Dr Marwan Mas MH (Unibos Makassar)
Prof Dr Ma'ruf Hafidz MH (UMI Makassar)
Prof Dr M Arfin Hamid MA (Unhas)
Prof Dr Adi Suryadi Culla MA(Unhas)
Dr Anwar M Diah (UIM)
Dr Hasrullah MA(Unhas)
Dr Azwar Hasan MA (Unhas)
Dr Jamal Bijaang MS (UMI)
Dr Andi Tamsil (UMI)
Dr Amir Muhiddin (Unismuh)
Dr Hj A Sakka Pati
Dr Hj Nadiah Muin MA (UMI)
Dr Firdaus Muhammad MAg
Dr Abdul Wahid MA(UIN Alauddin)
Dr Laode Hasan
Arqam Azikin MA(Unismuh)
Dr Muhammad Yahya (Unsa)
Dr Syarifuddin Jurdi MA (KPU Sulsel)
Dr HL Arumahi MA(Bawaslu Sulse)
Dr M Iqbal Latief (Unhas)

dari pihak Polda, hadir Kabid Humas Polda Kombes Pol Dicky Sondani, DirBinmas Polda Sulsel Kombes Pol Markilat, Kanit Intel Polda Sulsel Kompol Armin, Kasubdit Sospol Dirintelkam Polda AKBP A Parenrengi, Kapolsek Mamajang Kompol Daryanto.

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved