Baru 2 Usaha Gadai di Sulsel Kantongi Izin OJK, Ternyata Ini Penyebabnya

Dibalik pengawasan OJK ini, justru jadi pemantik untuk laju bisnis gadai swasta ke depan.

Baru 2 Usaha Gadai di Sulsel Kantongi Izin OJK, Ternyata Ini Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADLY ALI
Kepala OJK Sulampua, Zulmi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Aly

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pergadaian swasta berizin di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih minim. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua mencatat hanya ada dua perusahaan yang terdaftar selama 2018.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi menuturkan dua pelaku usaha pergadaian swasta di Sulsel yang terdaftar yakni Fiqri Cell dan CV Mitra Aci Global Perkasa (Presiden HP).

"Kita diharapkan pergadaian swasta lainnya segera mengajukan permohonan izin sebagai perusahaan pergadaian. Sehingga semakin banyak opsi akses keuangan bagi seluruh masyarakat di Sulsel," katanya, belum lama ini.

Baca: Teller Curi Rp 2,3 M Uang Nasabah, OJK Imbau Direksi BRI Lakukan Pemeriksaan Internal

Baca: Pegadaian Kanwil VI Hadirkan Program Makassar Bangga, Ini Tujuannya

Sejak berlakunya Peraturan OJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang usaha pegadaian bertujuan untuk menciptakan usaha pegadaian swasta yang sehat, pihaknya gencar mengidentifikasi usaha gadai swasta.

"Namun saat ini yang terdaftar masih dua perusahaan dari 50 yang kami identifikasi di dua kota utama di Sulsel," ungkapnya.

Dibalik pengawasan OJK ini, justru jadi pemantik untuk laju bisnis gadai swasta ke depan. Operasional akan diawasi dengan harapan masyarakat sudah meyakini lembaga sudah legal sehingga kemungkinan berbuat buruk itu kecil.

Baca: OJK Belum Tentukan Jadwal Fit And Proper Test Calon Komisaris Bank Sulsel

Baca: Kronologi Lengkap Teller Bank BRI Toddopuli Curi Rp 2,3 Miliar Uang Nasabah, Begini Keadaannya Kini

Sekaitan dengan pendaftaran, harus ada proses izin dan proses izin harus menggunakan badan usaha.  Sedangkan kebanyakan gadai swasta hanya usaha perorangan. Inilah yang jadi kendala.

“Modalnya juga, harus ada modal sampai Rp 2 miliar untuk PT," kata Zulmi. Selain karena milik perseorangan, juga soal hitung-hitungan kesiapan secara komprehensif.

Sebab setelah terdaftar dan berizin selanjutnya segala aktivitas bisnis akan diawasi oleh OJK sehingga membutuhkan SDM dan operasional yang berlebih dari sebelumnya.(*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved