2018 Baru Dua Pergadaian di Sulsel Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

"Namun saat ini yang terdaftar masih dua perusahaan dari 50 yang kami identifikasi di dua kota utama di Sulsel," kata Zulmi.

2018 Baru Dua Pergadaian di Sulsel Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
Kepala OJK Regional IV Sulampua, Zulmi di X.O Suki Restauran Lt. 2 Jl Sultan Hasanuddin, Makassar (Depan Kantor OJK Regional 6), Selasa (5/6). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pergadaian swasta berizin di Sulsel masih minim. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua hanya mencatat dua perusahaan yang terdaftar selama 2018.

Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi menuturkan, dua pelaku usaha pergadaian swasta di Sulsel yang terdaftar yakni Fiqri Cell dan CV Mitra Aci Global Perkasa (Presiden HP).

Baca: Ancam Guru Honorer, Pengemudi Bentor Ini Diciduk Timsus Polsek Rappocini

Baca: Menang Tipis dari Kalteng Putra, CEO PSM: Penyelesaian Akhir Perlu Dibenahi!

"Kita diharapkan pergadaian swasta lainnya segera mengajukan permohonan izin sebagai perusahaan pergadaian. Sehingga semakin banyak opsi akses keuangan bagi seluruh masyarakat di Sulsel," katanya belum lama ini.

Zulmi menjelaskan, sejak berlakunya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomoer 31/POJK.05/2016 tentang usaha pegadaian bertujuan untuk menciptakan usaha pegadaian swasta yang sehat, pihaknya gencar mengidentifikasi usaha gadai swasta.

"Namun saat ini yang terdaftar masih dua perusahaan dari 50 yang kami identifikasi di dua kota utama di Sulsel," kata Zulmi.

Baca: FORKI Pinrang Gelar Coaching Clinic, Hadirkan Karateka Peraih Medali Asian Games

Zulmi menuturkan, bagi yang sudah mendaftar, harus ada proses izin dan proses izin harus menggunakan badan usaha. Sedangkan kebanyakan gadai swasta hanya usaha perorangan. Inilah yang jadi kendala.

"Modalnya juga, harus ada modal sampai Rp 2 miliar untuk PT," kata Zulmi.

Selain karena milik perseorangan, juga soal hitung-hitungan kesiapan secara komprehensif. Sebab, setelah terdaftar dan berizin selanjutkan segala aktivitas bisnis akan diawasi oleh OJK sehingga membutuhkan SDM dan operasional yang berlebih dari sebelumnya.

Baca: Prodi S1 Farmasi Universitas Megarezky Makassar Raih Akreditasi B

Namun di balik pengawasan OJK ini, justru jadi pemantik untuk laju bisnis gadai swasta ke depan. Operasional akan diawasi dengan harapan masyarakat sudah meyakini lembaga sudah legal sehinggai kemungkinan berbuat buruk itu kecil.

"Kalau berizin kesempatan berkembang sakin besar. Juga terhindar dari peluang pencucian uang. Di depan toko terpampang Kantor ini berizin di OJK," ujar Zulmi.(*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Follow juga akun instagram di:

Baca: Sudah Bayar Rp 1 Miliar Permak Wajah, Pedangdut Nita Thalia Curhat Pernah Alami Hal Mengerikan ini

Baca: Kawan Seperjuangan di Asmindo Hadiri Diskusi Buku Keislaman Jokowi di Solo

Baca: Manajer 1 Miliar Tanri Abeng Jadi Pemateri Seminar IKA Magister Manajemen PPs Unismuh

Baca: Pemkab Sinjai Kerja Sama Unibos, Bupati: Demi Memajukan Kabupaten Sinjai

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved