Sekprov Sulbar: Daerah Masih Gagal Bangun Sinergi Penurunan Kemiskinan

Sekprov Sulbar memandang kebijakan lokal telah gagal membangun sinergi yang utuh dalam upaya penurunan Kemiskinan.

Sekprov Sulbar: Daerah Masih Gagal Bangun Sinergi Penurunan Kemiskinan
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP menyampaikan sambutan pada acara pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM Pengadilan Agama Mamuju, Jl Ks Tubun, Rimuku, Senin (28/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat, Dr Muhammad Idris DP, memandang kebijakan lokal telah gagal membangun sinergi yang utuh dalam upaya penurunan Kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Idris saat menjadi narasumber pada dialog percepatan penurunan Kemiskinan daerah, di pelataran kantor Bappeda Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Senin (28/1/2019).

"Kebijakan pusat soal kemiskinan sudah selesai, tapi kita di daerah yang belum efektif dalam hal pencapaian. Kebijakan pusat itu tidak cukup, tapi bagaimana kebijakan lokal mampu menjawab permasalahan,"kata Idris di hadapan sejumlah pimpian OPD.

Menurut mantan kepada LAN Makassar itu, sinergi untuk penanggulangan kemiskinan, semua harus saling menutupi.

"Kita jangan tertutup satu sama lain. Kalau orang Mandar mengatakan 'Siriate', nanti dia yang sukses sendiri baru dikatakan berhasil. Itu sudah tidak berlaku,"ucapnya.

Idris juga menilai, persoalan tersebut juga dipengaruhi lalainya legialator dalam melakukan kontrol terhadap kemiskinan di daerah.

"Jangan menunggu eksekutif melakukan evaluasi, lalu disebut evaluasi provinsi. Legislator juga seharusnya aktif dalam melakukan kontrol, harus mengetahui, berapa keluarga lagi yang sudah tidak mampu mengembangan ekonominya,"ujarnya Idris.

Olehnya Idris berharap, semau unsur yang berkepentingan, sama-sama mendorong, agar persepsi kemiskinan masyarakat bergeser.

"Kita harus kerjasama membangun perspektif kemiskinan yang produktif. Artinya kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tapi masyarakat harus bisa berusaha mandiri keluar dari permalasahannya,"tuturnya.

Baca: Pemkab Bantaeng Suplai 89 Unit Paket Masak ke Jeneponto

Baca: 10 Mesin Pompa Air Wapres JK Tiba dan Siap Pakai di Jeneponto

Baca: Pascabanjir, Warga Tanralili Maros Butuh Perlengkapan Sekolah dan Air Bersih

Baca: 5 Update Bursa Transfer: Persib Tak Henti Buat Kejutan, Bagaimana Persija, PSM, BU & Barito Putra

 

Berikut video lengkapnya:

Baca: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Kabupaten Gowa

Baca: Pagi ini Jeneponto Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang  

Baca: Patroli Malam, Polres Tana Toraja Amankan Motor Curian

Baca: PMII Bulukumba Salurkan Bantuan Hasil Galang Dana ke Korban Bencana Jeneponto

Baca: Warga Ingin Jalan Penghubung Sidobinangun-Sidomakmur Luwu Utara Diperbaiki

Baca: Bersihkan Sampah di Sungai, Relawan Maros Hanya Gunakan Alat Ini

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Baca: Lowongan Kerja BUMN - BRI Lagi Cari Karyawan, Pendaftaran Hanya Lewat Online, Cek Info Resmi di Sini

Baca: Karang Taruna Benteng Selatan Melalui Dinsos Selayar Bagi Sembako Untuk Korban Banjir

Baca: Foto Ini Bukti Jika Hotman Paris Dekat dengan Konglomerat Pendiri Sinar Mas Group, Ada Foto Keluarga

 

 

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved