Gubernur Sulsel Resmikan Smelter Nikel Investor China di Bantaeng

Seremoni di pelataran Bantaeng Industrail Park (BIP), Desa PapangLoe, Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Banteeng, sekitar 141 km selatan Makassar

Gubernur Sulsel Resmikan Smelter Nikel Investor China di Bantaeng - penandatangan-prasasti-pabrik-pemurnian-nikel-milik-pt-huadi.jpg
tribun timur/muhammad abdiwan
Penandatangan prasasti pabrik Pemurnian Nikel milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (PT Huadi) oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, sekitar pukul 10.00 wita, Sabtu (26/1/2019).
Gubernur Sulsel Resmikan Smelter Nikel Investor China di Bantaeng - foto-drone-peresmian-smelter-di-kabupaten-bantaeng.jpg
tribun timur/muhammad abdiwan
Foto drone peresmian Smelter di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (26/1/2019).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Setelah tertunda, proyek rintisan industri pemurnian mineral nikel (smelter) di Sulawesi Selatan,  akhirnya resmi beroperasi di Kawasan Industri Bantaeng (KIBa).

Penandatangan prasasti pabrik Pemurnian Nikel milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (PT Huadi) oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, sekitar pukul 10.00 wita, Sabtu (26/1/2019).

Seremoni di pelataran Bantaeng Industrail Park (BIP), Desa PapangLoe, Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Banteeng, sekitar 141 km sebelah selatan Makassar, ibu kota Provinsi Sulsel.

Gubernur pun mengapresiasi momoen emosional dan sarat perjuangan ini dengan mengunduh live story seremoni ini di akun instagram miliknya, Prof.Nurdin Abdullah, sekitar pukul 11.20 wita. 

Foto drone peresmian Smelter di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (26/1/2019).
Foto drone peresmian Smelter di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (26/1/2019). (tribun timur/muhammad abdiwan)

Penandatanganan diiringi sirene panjang tanda dimulainya produksi sekaligus simbolis prosesi pelepasan ekspor. Total ekspor yang telah dilakukan diperkirakan 10.000 metrik ton dengan tujuan ekspor ke China. Ini adalah  ekspor ke 15 perusahaan asal China ini.

Usai meneken prasasti, dia tersenyum, lalu memeluk erat elite investor PT Huadi NIckel. "Ini seperti mimpi," katanya.

Selain seremi peresmian dan ekspor perdana ferro nikel, ada juga seremoni penyerahan SKEP Kawasan Berikat oleh Kakanwil Bea dan Cukai Sulawesi, Penandatangan Mou dengan PLN dalam kerjas ama penyediaan daya tahap kedua sebesar 150MVA. MoU dengan Bank BNI dalam rangka pembiayaan tahap kedua. 

Seremoni lain adalah MoU dengan Akademi Komunitas Kementrian Perindustrian berkenaan dengan kerjasama peningkatan sumber daya manusia di Bantaeng.

Baca: Layanan Premium ke-30 PLN untuk Perusahaan Smelter di Sultra, Beri Daya 917 Juta VA

Baca: Perusahaan asal Taiwan Jajaki Kerja Sama Smelter di Bantaeng

Baca: Konstruksi Smelter Kalla di Luwu Sudah 80 Persen, Ini Penjelasan Solihin

Hadir di seremoni  ini Ketua DPRD Sulsel Moch Roem, Bupati Bantaeng Ilham Azikin Solthan, Bupati Bulukumba Sukri Sappewali, Direktur Utama PT Huadi Nickel Alloy Indonesia Jos Stefan Hideky, Direktur Operasional Lily Dewi, Vice President Kawasan Industri Banteeng M Taufik Fachruddin, dan puluhan pejabat eselon I dan II dari pemprov Sulsel dan Pemkab Bantaeng.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved