Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Landa Sulsel

Korban Banjir Jangan Berharap, Pemprov Tak Punya Uang Perbaiki Rumah Warga

Belum ada data resmi mengenai jumlah rumah yang rusak akibat diterjang banjir di sembilan kabupaten/kota di Sulsel

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Muh. Irham
ikbal/tribunjeneponto.com
Rumah-rumah warga di Dusun Sapanang, Desa Sapanang, kecamatan Binamu, Jeneponto yang rusak usai diterjang banjir. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kerusakan rumah warga akibat banjir rupanya tak dapat jaminan perbaikan oleh pemerintah. Pemprov Sulsel mengaku tak punya anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang rusak terkena banjir.

Kepala Dinas Perumahan Sulsel Andi Bakti Haruni, Rabu (23/1) mengatakan, bantuan perbaikan rumah bisa dilakukan jika ada instruksi langsung dari Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah.

"Belum tahu. Tergantung pimpinan, karena pimpinan yang menentukan kebijakan," kata Bakti kemarin.

Belum ada data resmi mengenai jumlah rumah yang rusak akibat diterjang banjir di sembilan kabupaten/kota di Sulsel. Sejauh ini, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel sementara melakukan pendataan korban yang meninggal dan yang mengungsi.

Khusus di Kota Makassar, banjir terjadi di daerah pinggiran kota. Seperti Kecamatan Manggala, Kecamatan Tamalanrea, Biringkanaya, dan Kecamatan Tamalate dengan jumlah pengungsi mencapai 1.000 orang lebih.

Bakti menjelaskan, meski tak punya anggaran, namun ia meminta masing-masing daerah yang terkena banjir, agar mendata rumah yang rusak. “Ini adalah bencana skala provinsi karena lintas daerah. Makanya kami lakukan koordinasi,” ujar mantan penjabat Bupati Bone ini.

Banjir disebabkan hujan deras kemudian sungai-sungai yang bermuara di Kota Makassar meluap.(*/tribun-timur.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved