Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Rob Genangi Ratusan Rumah di Perumahan Bung Tamalanrea

Pengakuan warga, kondisi banjir tahun ini adalah yang terparah. Terakhir tahun 1999 dan 2000, dimana banjir setinggi leher menggenangi perumahan Bung.

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Hasrul
Darul
Banjir merendam ratusan rumah warga di Perumahan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, Sulsel, Rabu (2312019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan rumah warga di kompleks Bung Permai, Kota Makassar terendam banjir Rob, sejak Selasa (22/1/2019) malam.

Banjir Rob yang tiba-tiba masuk di dalam halaman dan rumah warga di Kelurahan Tamalanrea Jaya ini, sejak 23.00 hingga puncaknya, Rabu (23/1) pagi, 05.00 Wita.

Warga Blok B8 A nomor 12, Ratmilani (50) mengaku, awalnya ia dan tetangga mengira luapan air hanya setinggi mata kaki atau betis, tapi perlahan terus naik.

Baca: Update Korban Banjir di Jeneponto, 5 Orang Meninggal 100 Hilang

Baca: Kunjungi Pengungsi Korban Banjir, Ketua PMI Sulsel Serahkan Bantuan

"Lama-lama itu air tambah naik, padahal malam itu biasa-biasa saja, tapu subuh-subuh air tiba-tiba naik," kata Rarmilani saat dievakuasi relawan di rumahnya.

Rumah Ratmilani termasuk terpara, karena posisi rumahnya berbelakangan langsung dengan pohon nipa-nipa, atau berbatasan dengan aliran Sungai Tello.

Semua rumah ditiap blok di Perumahan Bung Bumi Permai tergenang, terparah adalah di Blok B, C, D dan E. Banjir pada blok ini setinggi leher orang dewasa.

Baca: Cut Meyriska Berubah Drastis, Mantap Berhijab! Apakah Ada Alasan Bakal Nikah dengan Roger Danuarta

Baca: Bukan Daddy, Ini Panggilan Dua Jaelani Untuk Irwan Mussry Suami Maia Estianty

Sedangkan rumah wwrga yang berada mulai dari gerbang perumahan, Blok A dan sebagian Blok B dan C, air setinggi paha hingga pinggang orang dewasa.

Pengakuan warga, kondisi banjir tahun ini adalah yang terparah. Terakhir tahun 1999 dan 2000, dimana banjir setinggi leher menggenangi perumahan Bung.

"Terparah, saya disini (perumahan Bung) sudah lebih dua puluh tahun, terkahir inj saya dapat kondisi ini tahun 1999," ujar seorang warga diatas perabu karet.

Baca: Kapal dari Makassar Dilarang Melaut, Distribusi Barang Terganggu

Selama dilakukan proses evakuasi, ada warga memilih bertahan di rumahnya. Alasannya, karena menjaga harta benda sembari menunggu bantuan makanan.

"Kami disini saja pak, tolong kalau ada mie sama air mineral tolong kalau bisa dibawa kesini," teriak salah satu warga saat berada dilantai dua rumahnya.

Warga yang masih bertahan di rumah-rumah mereka meminta bantuan, berupa mi instan atau makanan siap disaji, air minum mineral, beserta obat-obatan.

Evakuasi warga sejak pukul 09.00 Wita, tim yang turun diantaranya tim Mapala Umi, Tim Sar, PMI Makassar, tim relawan mahasiswa dan tim Polsek Tamalanrea.

Baca: Garuda Indonesia Group Hadirkan Layanan One Stop Service

Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul Bachtiar mengaku, hingga pagi sampai siang pukul 14.40 Wita. Sudah ratusan warga yang berhasil dievakuasi relawan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved