19 Calon Komisioner KPID Ikuti Uji Kelayakan di Komisi I DPRD Sulbar

Uji kelayakan dan kepatutan 19 calon komisioner KPID Sulawesi Barat itu, berlangsung sejak kemarin, Selasa (22/1/2019) dan berakhir pada hari ini

19 Calon Komisioner KPID Ikuti Uji Kelayakan di Komisi I DPRD Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Salah satu calon anggota komisioner KPID Sulawesi Barat, menjalani uji kelayakan dan kepatutan di ruangan Komisi I DPRD Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Rabu (23/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - 19 calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat, mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Rangas, Mamuju.

Uji kelayakan dan kepatutan 19 calon komisioner KPID Sulawesi Barat itu, berlangsung sejak kemarin, Selasa (22/1/2019) dan berakhir pada hari ini, Rabu (23/1/2019).

"Kita akan mencari komisioner KPID yang tidak hanya berkualitas, tapi juga profesional dalam melaksanakan tugasnya,"kata Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Ir Yahuda, Rabu (23/1/2019).

Yahuda berharap, komisoner KPID ke depan tidak hanya menghabiskan waktu tenaga dan fikirannya dalam urusan konflik kepentingan saja, seperti yang terjadi belakangan.

Kata Yahuda, pihaknya berkomitmen untuk melahirkan komisioner KPID yang mampu fokus dalam bekerja. Bukan yang hanya menjadikan tugas-tugas di KPID sebagai aktivitas sampingan.

"Komisioner KPID harus bekerja full time, tidak lagi bekerja paruh waktu,"ujar politisi asal Kabupaten Mamasa itu.

Selain itu, Yahuda juga berharap, komisoner KPID yang nantinya terpilih, benar-benar bisa menjawab pertanyaan publik terkait kualitas kerja lembaga independen tersebut.

"Kita tahu bersama, bagaimana catatan buruk yang ditorehkan komisioner KPID sebelumnya, nah kita tidak mau seperti itu lagi,"kata dia.

Anggota Komisi I Abdul Rahim menuturkan, siapapun yang nantinya terpilih, harus bisa menggaransi kepada publik akan hadirnya konten-konten penyiaran yang jauh lebih berkualitas.

"Yang bermutu, mendidik, dan tentu saja memberikan dampak positif terhadap pengembangan dan penguatan nilai-nilai budaya. Serta aspek mental dan intelektual masyarakat kita,"ujar politisi Nasdem itu.

Menurut Rahim, uji kelayakan dan kepatuhan, merupakan proses yang wajib dilalui para calon komisioner KPID untuk menggali seberapa besar integritas, kualitas.

"Berikut komitmen para calon dalam membawa lembaga itu ke arah yang jauh lebih baik. Ini penting dalam rangka memperbaiki lembaga KPID kita yang sudah tiga periode, namun stagnan,"kata dia.

Rahim berharap, komisioner KPID yang baru nantinya dapat mendorong pemenuhan konten lokal di berbagai lembaga penyiaran yang ada.

"Ini juga penting, agar kepentingan daerah kita juga bisa terpublikasi untuk skala nasional,"ucap Rahim.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved