Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan dan Antisipasi BPBD Kabupaten Wajo

Cuaca ekstrem melanda wilayah Sulawesi Selatan, tak terkecuali Kabupaten Wajo, Selasa (22/01/2019).

Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan dan Antisipasi BPBD Kabupaten Wajo
TRIBUN TIMUR/HARDIYANSYAH ABDI GUNAWAN
Kepala BPBD Wajo, Alamsyah. 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Cuaca ekstrem melanda wilayah Sulawesi Selatan, tak terkecuali Kabupaten Wajo, Selasa (22/01/2019). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo sendiri mencatat, bahwa di beberapa daerah di Kabupaten Wajo berpotensi angin kencang.

Dari Pusadalops BPBD Wajo, pada Selasa (22/01/2019) kecepatan angin bisa mencapai 30 km/jam. Namun, ada pula beberapa kecamatan yang kecepatan anginnya masih normal di angka 20 km/jam.

"Antisipasi angin kencang itu di beberapa kecamatan, seperti Tempe, Tanasitolo, Maniangpajo, Takkalalla, Penrang, Pammana, Bola da. Sajoanging," kata Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Alamsyah kepada Tribunwajo.com.

Apalagi, pada Sabtu (19/01/2019) kemarin, sempat terjadi angin puting beliung di Kecamatan Belawa yang merusak 6 rumah warga.

Selain angin kencang, potensi terjadinya banjir juga diantisipasi. Meski curah hujan di Bumi Lamaddukelleng tersebut masih relatif normal dan belum memasuki musim penghujan, BPBD Wajo pun mengantisipasi banjir kiriman dari daerah tetangga.

"Ini di Bilaugi (Sabbangparu) sudah naik air, itu air kiriman dari hulu di Soppeng, tapi belum membahayakan. Kita sudah kirim anggota TRC untuk pantau perkembangan di sana," kata mantan Kabag Kesra Pemda Kabupaten Wajo tersebut.

Diduga, fenomona Supermoom yang terjadi juga memicu perubahan cuaca. Diketahui, fenomena bisa membuat air pasang naik. Olehnya, berpatokan pada peringatan dini gelombang tinggi BMKG yang menyebutkan wilayah Teluk Bone bagian selatan berpotensi gelombang tinggi dengan 2,5 meter sampai 4 meter, pihaknya mengimbau para nelayan untuk mengurangi aktivitas melautnya.

"Kita imbau bagi nelayan di pesisir Teluk Bone agar mengurangi aktivitas melautnya, terutama untuk Pelabuhan Bangsalae Siwa," katanya.

Sebagaimana diketahui, peringatan dini gelombang tinggi BMKG berlaku selama 3 hari. Olehnya, bagi melayan yang berada di pesisir seperti Kecamatan Pitumpanua, Kecamatan Keera, Kecamatan Sajoanging, Kecamatan Takkalalla, Kecamatan Penrang dan Kecamatan Bola.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved