Direktur Advokasi LAPMas Kritik Sikap Pengadilan Agama Sengkang yang Tak Paham Kerja Jurnalis

Pengadilan Agama Sengkang mewajibkan pewarta bersurat untuk memperoleh informasi secuil pun

Direktur Advokasi LAPMas Kritik Sikap Pengadilan Agama Sengkang yang Tak Paham Kerja Jurnalis
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Pengadilan Agama Klas II B Sengkang, Kabupaten Wajo. 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Direktur Advokasi Lembaga Advokasi Penguatan Masyarakat Sipil (LAPMas), Sudirman, mengkritik sikap Pengadilan Agama Sengkang yang terkesan menutup informasi kepada pewarta. Diketahui, Pengadilan Agama Sengkang mewajibkan pewarta bersurat untuk memperoleh informasi secuil pun.

"Untuk kerja-kerja pers Pengadilan Agama Sengkang terlalu kaku jika bersikap demikian karena itu sifatnya informasi publik, apalagi kalau untuk wartawan harian beritanya harus terbit hari itu juga," katanya kepada Tribunwajo.com, Sabtu (19/01/2019).

Lebih lanjut, Sudirman menyebut Pengadilan Agama Sengkang tidak memahami kerja Jurnalis. Mengingat, selain berpatokan pada undang-undang kebebasan pers, ada pula UU Nomor 14 tahun 2008 tentang informasi publik yang sudah menjamin keterbukaan informasi bisa diminta secara lisan ataupun tertulis.

Baca: Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan

Baca: Polri Buka Pendaftaran untuk Sarjana, Termasuk Bahasa Arab dan Mandarin. Ini Caranya Mendaftar!

Baca: Tarif Pesawat Naik, KPPU Sulsel Teliti Isu Kartel

Baca: Lantik IDI Parepare, Ini Pesan Ichsan Mustari

Baca: Kantor Abu Tours Dibobol Maling, Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku

Baca: Alasan Belajar Cagar Budaya, Anggota DPRD Luwu Timur Ramai-ramai ke Yogyakarta

"Intinya pengadilan terlalu kaku dan tidak mengerti kerja-kerja pers," katanya.

Sebagaimana diketahui, pihak Pengadilan Agama Sengkang, melalui Panitera Hukum Pengadilan Agama Sengkang, Arifin menyebutkan tidak akan memberikan informasi atau data apapun kepada wartawan apabila tidak menyurat.

"Itu perintah pimpinan, harus menyurat dulu," katanya.

Ketika ditanya terkait regulasi yang mengatur wartawan mesti menyurat, dirinya tidak mampu memperlihatkannya dan cuma berdalih atas perintah pimpinan. Bahkan, untuk menemui pimpinan dan melakukan wawancara pun juga harus bersurat.

Baca: Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan

Baca: Polri Buka Pendaftaran untuk Sarjana, Termasuk Bahasa Arab dan Mandarin. Ini Caranya Mendaftar!

Baca: Tarif Pesawat Naik, KPPU Sulsel Teliti Isu Kartel

Baca: Lantik IDI Parepare, Ini Pesan Ichsan Mustari

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Baca: Levante Ajukan Protes, Akankah Barcelona Didepak dari Copa del Rey seperti Real Madrid Dulu?

Baca: 5 Artis Top di Indonesia dengan Bayaran Mahal! Luna Maya Pernah Dibayar Per Episode Rp 250 Juta

Baca: Gelandang PSM Marc Klok Siap Naturalisasi! 4 Pemain Asing Lainnya Menyusul Jadi WNI, Siapa Saja?

Baca: Jadwal Liga Inggris - Disiarkan RCTI dan MNCTV, Ada Big Match Arsenal vs Chelsea

Baca: 2 Tim Lokal Ini Bakal Uji PSM, Momen Unjuk Kemampuan Striker Eero Markkanen! Pluim Ikut Berlatih?

Baca: Latihan PSM, 4 Asisten Pelatih Terapkan Gaya Robert Rene Alberts

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved