Jaga Alat Deteksi Tsunami, BMKG Diminta Libatkan TNI AL

Kepala Badan Nasional Penanggulangaan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo langsung melakukan kunjungan ke Sulawesi Tengah usai dilantik

Jaga Alat Deteksi Tsunami, BMKG Diminta Libatkan TNI AL
Abdul Humul Faaiz
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat berkunjung ke Palu Sulawesi Tengah 

Laporan Tribunpalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUN-TIMUR, PALU - Kepala Badan Nasional Penanggulangaan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo langsung melakukan kunjungan di beberapa daerah yang terkena bencana setalah dilantik oleh presiden pada Rabu (9/1/2019) kemarin.

Dalam kunjungan pnya di Palu Sulawesi Tengah, Letjen Doni Monardo sempat menyinggung soal sistem peringatan dini milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca: Deretan Derita Vanessa Angel usai Tersangka Prostitusi, Video Panas Beredar hingga Dijauhi Keluarga

Baca: Prabowo Subianto Kenang Masa Muda saat Ditanya Soal Terorisme di Debat Pilpres 2019: Saya Spesialis

Baca: Debat Pertama Pilpres 2019, Makna Diamnya Maruf Amin, Benarkah Hanya Strategi?

Baca: Ingin Jadi Prajurit TNI Angkatan Udara? Daftar di diajurit.tni-au.mil.id, Baca Dulu Persyaratannya

Baca: Sidang Kasus Abu Tours, CEO Hamzah Mamba Dikawal Polisi Bersenjata ke Pengadilan

Baca: Inilah Kepala Desa Ditangkap Polisi yang Dibahas Prabowo Subianto pada Debat Pilpres 2019, Faktanya

Baca: Ahmad Dhani Tiba-tiba Posting Foto Dirinya di Balik Jeruji Besi: Ini Mau Loe!

"Walaupun BMKG mengatakan lebih cepat air yang datang dari pada peringatan dini, tapi kita jangan menyerah dan jangan berhenti," kata Doni Monardo, Kamuis (17/1/2019).

Terkait soal keamanan sistem pendeteksi tsunami atau alat ukur permukaan air laut ini, Doni Monardo meminta agar BMKG bisa melibatkan TNI Angkatan Laut.

"Untuk menjaga alat pendeteksi permukaan air laut, mungkin nanti bisa dikoordinasikan dengan TNI Angkatan Laut," harapnya.

Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat jika bencana serupa kembali terjadi.

Kata Doni Monardo, pemerintah tentunya akan membuat sebuah konsep terkait masalah peraturan dan juga pelanggaran bagi masyarakat yang dengan sengaja ataupun tidak merusak alat deteksi itu.

Menurut Doni Monardo hal itu akan merugikan negara jika alat pendeteksi tersebut kerap rusak akibat ketidaktahuan atau kesengajaan masyarakat.

"Karena tidak ada yang mengawasi, tidak ada yang bertnggung jawab untuk mengamankan dan juga memeliharanya," ujarnya..

Doni Monardo sendiri mengaku telah mengusulkan kepada presiden untuk menjadikan pendeteksi tsunami atau pengukur permukaan air laut itu sebagai objek vital nasional.

"Sehingga perlu dijaga oleh pihak TNI bahkan polri," harapnya. 

Baca: Link Video Viral Pemuda Mesum di Mojokerto Beredar dan Motif Sebar Adegan Mirip Suami Istri

Baca: Lagi, Hoax Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia, Alvin Faiz Sampaikan Kabar Terbaru Ayahnya

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved