Warga Belakang Grand Mall Mandai Kebanjiran, Ketua RT Protes

Hamka mengaku telah menyampaikan masalah yang menjadi langganan warganya, ke Bupati Maros Hatta Rahman untuk dicarikan solusi.

Warga Belakang Grand Mall Mandai Kebanjiran, Ketua RT Protes
ansar/tribun timur
Perumahan Haji Banca II Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, banjir. Hal itu disebabkan tidak adanya resapan air. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Puluhan rumah warga di komplek Perumahan Haji Banca II atau Batangase Permai, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, kebanjiran akibat drainase buruk, Kamis (17/1/2019)

Selain itu, beberapa rumah warga Lingkungan Tete Batu tepatnya belakang Grand Mall, juga terendam banjir.

Ketua RT 6 Haji Banca II, Hamka Nursal mengatakan, beberapa warga telah mengadukan kondisi banjir tersebut. Namun ia tidak bisa bertindak tegas.

Baca: Rektor UIM Apresiasi Kehadiran Perhimpunan Remaja Masjid di Makassar

Baca: Trailer Dilan 1991 Resmi Dirilis, Bagaimana Hubungan Dilan dan Milea? Ini Sinopsisnya

Baca: Tarif Pengiriman Pos Indonesia Naik Hingga 60 Persen

Hamka mengaku telah menyampaikan masalah yang menjadi langganan warganya, ke Bupati Maros Hatta Rahman untuk dicarikan solusi.

Namun belum ada tindak lanjut. Selain rumah, sawah warga sekira tiga hekatre di belakang Grand Mall juga terendam banjir.

"Rumah warga kami banyak yang teredam banjir. Termasuk di Tetebatu belakang Grand Mal. Masalah ini menjadi keresahan warga, tapi tidak ada tindak lanjut," kata Hamka.

Baca: Bocor! ini Isi DM Instagram Pacar Vanessa Angel Usai Sang Kekasih Jadi Tersangka Prostitusi Online

Baca: Humas Pengadilan Agama Sinjai Dilanda Flu Berat Usai Pimpin Sidang Cerai

Baca: Soal Tumpahkan Minyak di Laut Parepare, Polisi Bakal Panggil Pihak Soechi Line

Baca: Harga Sawit di Sulsel Naik, Kini Rp 730 per Kg

Banjir tersebut menjadi langganan pemukiman, beberapa tahun terakhir. Banjir kerap melanda warga sejak Grand Mal dibangun.

"Kami kebanjiran karena pembuangan atau resapan air hujan sudah tidak ada. Tempat penampungan air hujan sudah tergantikan dengan bangunan," katanya.

Investor dan pemerintah membangun tanpa memikirkan dampak air hujan. Akibatnya, warga yang merasakan dampak tersebut.

"Sampai kapan warga kami mengeluh. Katanya, pembangunan dari rakyat untuk rakyat. Tapi hanya banjir yang kami rasakan," katanya.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

 

Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved