Tak Ada Warga Buta Huruf di Kecamatan Keera dan Penrang Wajo

Angka tersebut berkurang 500 dari tahun sebelumnya, yakni 7.482. Angka teranyar tersebut belum dirinci, tapi Disdikbud Kabupaten Wajo,

Tak Ada Warga Buta Huruf di Kecamatan Keera dan Penrang Wajo
hardiansyah/tribunwajo.com
Kepala Seksi Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Muhammad Taufik. 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, WAJO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo mencatat, jumlah buta aksara di Kabupaten Wajo pada 2018 mencapai 6.982 orang.

Angka tersebut berkurang 500 dari tahun sebelumnya, yakni 7.482. Angka teranyar tersebut belum dirinci, tapi Disdikbud Kabupaten Wajo, sesuai data 2017, penderita buta aksara pada rentang usia 15 - 59 tahun kebanyakan perempuan.

"Angka 2017 itu perempuan lebih banyak, yakni 3.895 jiwa sedang yang laki-laki 3.587 jiwa," kata Kepala Seksi Pembinaan PAUD Disdikbud Kabupaten Wajo, Muhammad Taufik kepada Tribunwajo.com, Rabu (16/01/2019).

Angka tersebut adalah kalkulasi dari 14 kecamatan yang ada di Bumi Lamaddukelleng tersebut. Selain itu, di Kabupaten Wajo sendiri, sudah ada 2 kecamatan yang terbebas dari penderita buta aksara, yakni di Kecamatan Keera dan Kecamatan Penrang.

"Di sana sudah diberantas. Untuk tahun ini, kita daoat kuota pemberantasan dari pusat 1.000, nantilah kita lihat lagi," kata Taufik.

Metode pemberantasan buta aksara yang dilakukan di Kabupaten Wajo yakni membuat kelompok-kelompok belajar yang dibina oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang terdiri dari 10 orang penderita buta aksara.

"Mereka ikut program belajar mengajar yang dilakukan selama 6 bulan," katanya.

Sebagaimana data BPS Kabupaten Wajo, proyeksi penduduk di Kabupaten Wajo pada 2019 mencapai 387.814 jiwa.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved