Soal Jumlah Buta Aksara di Wajo, Data Disdikbud dan BPS Berbeda

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo mencatat, jumlah Buta Aksara di Kabupaten Wajo pada 2018 mencapai 6.982 orang.

Soal Jumlah Buta Aksara di Wajo, Data Disdikbud dan BPS Berbeda
TRIBUN TIMUR/ha
Kepala Seksi Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Muhammad Taufik. 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRUBUNWAJO.COM, SENGKANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo mencatat, jumlah Buta Aksara di Kabupaten Wajo pada 2018 mencapai 6.982 orang.

Angka tersebut berkurang 500 dari tahun sebelumnya, yakni 7.482. Angka teranyar tersebut belum dirinci, tapi Disdikbud Kabupaten Wajo, sesuai data 2017, penderita buta aksara pada rentang usia 15 - 59 tahun kebanyakan perempuan.

"Angka 2017 itu perempuan lebih banyak, yakni 3.895 jiwa sedang yang laki-laki 3.587 jiwa," kata Kepala Seksi Pembinaan PAUD Disdikbud Kabupaten Wajo, Muhammad Taufik kepada Tribunwajo.com, Rabu (16/01/2019).

Baca: Pengumuman CPNS Kemenag atau Kementerian Agama 2018 di Sini, Cek Namamu

Baca: Harga & Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 7, Kamera 48 MP Harga Rp 2 Jutaan, Kapan Masuk ke Indonesia?

Baca: Fakta Baru Vanessa Angel Bisa Tersangka, Mucikari Ke-3 Ditahan Kenapa Mucikari Ke-4 Kabur?

Baca: Kenapa Prabowo Subianto Sebut Gaji Dokter Lebih Kecil dari Tukang Parkir? Reaksi IDI & Ali Ngabalin

Baca: Tom Holland, Pemeran Peter Parker, Bagikan Trailer Perdana Spiderman: Far from Home di Sini!

Baca: PSM vs Kalteng Putra, 26 Januari dan 3 Februari. Ini Jadwal Lengkap Laga Babak 32 Besar!

Baca: Bintang Hollywood Chris Pratt Tulis Kata Manis Saat Lamarannya Diterima Katherine Schwarzenegger

Baca: Striker Asing PSM Eero Markkanen Kaget Sambutan Suporter. Lihat Foto-fotonya Bersama Real Madrid

Lebih lanjut, Taufik menyebutkan, pengurangan jumlah penderita buta aksara di Bumi Lamaddukelleng tersebut lantaran kuota dari pemerintah pusat untuk menurungkan dengan target tertentu. Untuk 2019 ini, Disdikbud Kabupaten Wajo bakalan menargetkan kuota 1.000 orang.

"Kita dapat kuota 1.000 orang, program kita itu proses belajar mengajar yang dilakukan selama 6 bulan. Itu indikatornya," katanya.

Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo mencatat, ada kenaikan persentase angka buta aksara di Kabupaten Wajo. Pada 2017 lalu, sekitar 11,25%, sedang pada 2018 sekitar 11,78%.

Lebih rinci, pada 2017, angka buta aksara untuk perempuan 14,12%, sedang laki-laki 8,00%. Pada 2018, perempuan 13,52%, sedang laki-laki 9,80%.

Diketahui, metode yanng digunakan Disdikbud Kabupaten Wajo berbeda dengan metode BPS Kabupaten Wajo. Jika BPS Kabupaten Wajo menggunakan metode survei dengan margin error 1%, sedang Disdikbud Kabupaten Wajo menggunakan metode sensus.

Sebagaimana data BPS Kabupaten Wajo, proyeksi penduduk di Kabupaten Wajo pada 2019 mencapai 387.814 jiwa.

Baca: Hasil Akhir Seleksi CPNS 2018 Kemenag Via Kemenag.go.id & Telegram, Buka 2 Link Pengumuman Ini!

Baca: Kabar Terbaru Ustadz Arifin Ilham hingga Pesan soal Kematian Kepada Ketiga Istrinya

Baca: VIDEO: Begini Kemeriahan Penyambutan Piala Adipura di Polman

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Sebelum Meninggal Dunia, Robby Tumewu Derita Sakit ini Sejak 2013 hingga Jalani Operasi Otak

Pemain U19 PSM Makassar Bakal Promosi ke Tim Senior, Siapa Mereka?

7 Updating Transfer: Persib Bandung Coret Pemain, Pemain Titipan Robert Rene PSM Makassar, Persija?

Menurut Rocky Gerung, Bukan Prabowo Subianto Tapi Emak-emak & Kampus Lumpuhkan Jokowi di Pilpres

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved