Fitrinela Ingatkan Bawaslu Mamasa untuk Jaga Integritas dan Kredibilitas

Pada kegiatan tersebut, yang dilaksanakan di Aula Hotel Matana Lodge II Mamasa, Fitrinela membawakan materi tentang etika penyelenggara pemilu.

Fitrinela Ingatkan Bawaslu Mamasa untuk Jaga Integritas dan Kredibilitas
Handover
Foto bersama Komisioner Bawaslu Sulbar dan Bawaslu Mamasa di acara Raket Peningkatan Kapasitas Pengawasan Bawaslu Mamasa, di Aula Hotel Matana Lodge II Mamasa, Selasa (15/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Komisioner Bawaslu Sulawesi Barat, Kordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Penindakan, Fitrinela Fatonangi, hadir menjadi narasumber pada raker peningkatan kapasitas pengawasaan pemilu Bawaslu Mamasa, Selasa (15/1/2019).

Pada kegiatan tersebut, yang dilaksanakan di Aula Hotel Matana Lodge II Mamasa, Fitrinela membawakan materi tentang etika penyelenggara pemilu.

Baca: Wabup Luwu Timur Rayakan Hari Jadi Desa Argomulyo ke-42

Baca: KPU Pinrang Butuh 55 Anggota Relawan Demokrasi

Baca: Wabup dan Kapolres Luwu Timur Serahkan Bantuan ke Korban Puting Beliung di Manggala

Fitrinela menyampaikan, pengawas pemilu selaku penyelenggara pemilu perlu menjaga integritas dan kredibilitasnya dalam menjalankan tugas.

Ia menuturkan, ada prinsip kode etik penyelenggara pemilu yang melekat dalam aturan, yang harus ditaati oleh seluruh unsur penyelenggara.

"Ada 13 prinsip kode etik yang menjadi acuan dan pengingat agar pengawas pemilu tetap pada koridor, diantaranya; jujur, mandiri,adil, terbuka, profesional, proporsional," ujar Fitri.

Sementara yang menjadi pedoman perilaku penyelenggara pemilu, adalah netral atau tidak memihak bukan hanya netral tetapi bagaimana terlihat netral.

Baca: Dituduh Perkosa Dua Wanita, Caleg PPP Parepare Mengaku Diperas

Baca: Aipda Kamri Tangkap Bocah Banta-bantaeng Isap Lem, Sikap Orangtuanya Mengejutkan

Baca: 10 Negara Ini Tak Miliki Tentara, Ada yang Alasannya Karena Tak Punya Cukup Uang

Fitrinela juga menegaskan, pengawas pemilu mesti memperhatikan hal etik misalnya tidak mempengaruhi atau melakukan komunikasi yang bersifat partisan dengan peserta pemilu, tim kampanye dan pemilih.

"Harus menghindari pertemuan yang dapat menimbulkan kesan publik, adanya pemihakan pada peserta pemilu tertentu," ucapnya.

"Karena Pengawas Pemilu yang tidak bekerja secara profesional, itu bahagian dari pelanggaran etik," tuturnya.

Baca: Skill Badang di Mobile Legends Makin Sakit Setelah Rework, Begini Jadinya

Kegiatan tersebut juga dihadiri Komisoner Bawaslu Sulbar Kordiv Pengawasan, Supriadi Narno, sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Supriadi menyampaikan, agar aparatur pengawas menyiapkan diri dalam melaksanan tugas mulai dari pemahaman aturan dan teknis.(*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

 

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved