YLKI Minta OJK Batalkan Kebijakan Uang Muka 0% untuk Kredit Kendaraan

Peraturan tersebut tentang kebijakan uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit mobil dan sepeda motor.

YLKI Minta OJK Batalkan Kebijakan Uang Muka 0% untuk Kredit Kendaraan
sanovra/tribuntimur.com
Tenaga pemasaran berpose di dekat mobil Toyota All New C-HR di Ball Room Sandeq Grand Clarion Hotel, Makassar, Selasa (26/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatalkan Peraturan OJK (POJK) No. 35/2018.

Peraturan tersebut tentang kebijakan uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk kredit mobil dan sepeda motor.

YLKI berasalan, POJK No. 35/2018 berpotensi memunculkan masalah baru dan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat luas.

Baca: BEM Stinula Pinrang Beri Santunan untuk Indo Asse di Langnga

Baca: Sidak RSUD Lanto dg Pasewang, Wakil Bupati Jeneponto Harap Pelayanan Lebih Baik

Baca: Belasan Cewe Cantika Gunakan Baju Bertulis Haidar Majid Biru Empat Belas Satu

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam siaran persnya, Senin (14/1/2019) menuturkan, syarat khusus untuk mendapatkan DP 0 persen sebagaimana klaim OJK pada praktiknya sangat mudah dimanipulasi.

Karena selama ini syarat uang muka 30 persen untuk kredit mobil atau sepeda motor juga dengan mudah dimanipulasi. Akibatnya kredit sepeda motor tanpa uang muka pun berjalan terus, lancar tanpa kendala.

"Adanya syarat khusus untuk uang muka 0 persen oleh OJK potensi pelanggarannya sangat besar, sebagaimana ketentuan uang muka 30 persen," kata Tulus.

Baca: Nasabah Asal Mamuju Raih Undian Umrah dari Bank Syariah Mandiri

Baca: Link LIVE Streaming Liga Inggris Manchester City Vs Wolves, Berikut Cara Mengunduh

Tulus menilai uang muka 0% hanya layak diberikan untuk kredit kendaraan untuk angkutan umum, bukan kendaraan pribadi.

Selama ini yang terjadi malah sebaliknya, kredit untuk kendaraan umum diberikan dengan syarat yang memberatkan perusahaan angkutan umum.

Selain itu, uang muka 0 pers3n hanya layak diberikan untuk kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, seperti mobil atah sepeda motor listrik. Bukan kendaraan bermotor yang berbasis energi fosil.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved