Menara Al Markaz Mangkrak 2 Tahun, Dinas PU Tak Tahu Batas Perampungan  

Meski dikerjakan sejak tahun 2017 pasca roboh, Dinas PU tidak memberikan batas waktu perampungan kepada kontraktor menara.

Menara Al Markaz Mangkrak 2 Tahun, Dinas PU Tak Tahu Batas Perampungan  
Ansar/Tribunmaros.com
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maros, Zainuddin saat berada di ruang kerjanya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Maros, Zainuddin tidak mengetahui jadwal perampungan pembangun menara Masjid Al Markaz Maros, Senin (14/1/2019).

Meski dikerjakan sejak tahun 2017 pasca roboh, Dinas PU tidak memberikan batas waktu perampungan kepada kontraktor menara. 

Hal tersebut membuat pergantian pembangunan menara dari beton menjadi baja, sudah menghabiskan waktu selama dua tahun. Dinas PU juga tidak melakukan pengawasan lagi.

Baca: 11 Fakta Tentang Dosen Bergelar Doktor Terpergok Selingkuh dengan Mahasiswi Semester Satu

Baca: Kepala Dusun Safaere Tagih Janji Pemerintah Bangun PLTH di Kampungnya

Baca: Piala Adipura 2018, Kepala DLHD Wajo: Ini Persembahan untuk Masyarakat

"Saya tidak tahu kapan batas waktu perampungannya. Memang sudah dua tahun, menara baru Al Markaz tidak rampung-rampung. Kami tidak awasi lagi, karena itu bukan resmi," katanya.

Sementara Kepala Dinas PU, Alfian Amri tidak berada di ruang kerjanya. Padahal baru pukul 14.00 wita, saat jurnalis mendatanginya.

Jurnalis datang ke kantor PU, lantaran Alfian menolak untuk dihubungi melalui ponsel. Nomor ponsel jurnalis telah diblokir. Setiap kali dihubungi, ponsel Alfian tidak aktif.

Sementara jika pekerja menghubungi atau mengirim pesan via WhatsApp, Alfian selalu merespon.

Menara Al-Markaz miring lalu roboh setelah dihantam puting beliung pada awal 2017 lalu. Hal itu membuat menara langsung miring ke selatan-timur.

Pembangunan menara dimulai pada 2015 lalu. Tahap pertama, menara menelan Rp 570 juta, 2016 Rp 480 juta dan tahun 2017, Pemkab kembali mengucurkan Rp 759 juta untuk perampungan.

Proyek pembangunan menara Masjid Al Markaz dimenangkan oleh CV Sinar Mulia. Pemilik perusahaan tersebut merupakan salah satu pengusaha ternama, Sainuddin alias Haji Pajero.
Sementara, Kepala Seksi Bangunan PU, Amirul Mukmin berindak sebagai perencana atau konsultan bangunan.

Pengawas lapangan yakni, Aulia Ashar yang juga staf Cipta Karya dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Wahidah Arsyad. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved