Tarif 'Lelaki Panggilan' Makassar untuk Ibu-ibu Sosialita Rp500 Ribu Sejam, Bukan Rp80 Juta

Tarif Lelaki Panggilan Makassar ini yang jelas bukanji Rp80 juta sekali booking, mahal sekali-mi itu

Tarif 'Lelaki Panggilan' Makassar untuk Ibu-ibu Sosialita Rp500 Ribu Sejam, Bukan Rp80 Juta
HO
Ilustrasi 

Tarif Rp80 juta viral kala polisi di Surabaya membongkar jaringan bisnis prostitusi dengan artis Vanessa Angel yang konon tarif sekali booking per jam mencapai Rp80 juta.

Sekilas mereka juga menyingung bagaimana berkolaborasi, hingga bagaimana menjamu para klien yang memanfaatkan jasa endorser produk dan jasa klien.

“Kalau mau jujur, yang membuka jalan bagi komedian dan endors lokal ini adalah Tumming Abu, meski kami senior secara umur, tapi mereka senior dari sisi pengalaman dan jaringan,” kata Adi Bassitoayya.

@tumming _abu adalah brand bagi Ikhsan “Tumming” Hasyim dan Ahmad ‘Abu” Suhail.

Baca: Perwira Polda Kedapatan Bawa Wanita Bukan Istrinya di Rumah, Warga Hanya Bisa Mandangi Ramai-ramai

Baca: Bandingkan Selera Air Minum Presiden Jokowi dan SBY, Anak Ustadz Arifin Ilham Terpaksa Berkomentar

Hingga kemarin, followers mereka di Instagram sudah 456K dan 185.380 subscibers di YouTube.

Dengan tagline Makassar Mbedets, sejak 2013, mereka merintis jasa video creator dan endorse untuk bertahan hidup, termasuk jadi artis untuk sejumlah film lokal dan nasional.

“Tumming Abu ini adalah contoh seniman dan aktor generasi millennial yang khas Makassar. Mereka adalah generasi yang independen secara finansial, namun tak bisa hidup kalau tidak ada gadget dan jaringan internet,” kata Syahrir Arsyad Dini, yang lebih populer dengan Rere Art2Tonic.

Kala Twitter media sosial masih mendominasi, mereka sudah tenar dengan merek ‘Si Bolang’.

Kala itu, mereka masih mahasiswa dan mulaui jadi trendsetter untuk jadi endorser, sekaligus influencer, di Makassar.

Untuk isu politik dan SARA, mereka harus berani bilang tidak.

Tentang idealisme misalnya, Tumming Abu misalnya, pernah menolak untuk menjadi endorser salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Sulsel.

“‘Terus terang, Kak, pernah kami ditawari mobil, tapi kami pikir itu hanya lima tahun, tapi setelah itu kami kehilangan followers untuk selama-lamanya,” kata Tumming yang juga alumnus STMIK Dipanegara, Makassar itu.

Baca: Keberadaan Video Panas 11 Menit Brigpol Dewi dan Begini Peran Sang Suami

Baca: Astaga! Brigpol Dewi Ternyata Tak Hanya Kirim Foto dan Video Panas, Ada Juga yang Lain

Tema pembicaraan soal tren media sosial, tantangan selebgram, influencer, atau content creator di era revolusi industri 4.0.

“Jepang bahkan sudah declare era industri 5.0, mulai tahun ini dan akan dirasakan hasilnya 2025. Kalau era Industri 4.0 artificial intelligence dan machine akan mendominasi di rea itu, human touch (sentuhan manusia) akan kembali,” kata Zakir Sabara H Wata, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI, yang jadi inisiator diskusi informil ini.(ilul/rin/zil)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved