RS Tak Terakreditasi Tetap Layani Klaim BPJS, Ini Penjelasan Kadinkes Sulsel

Bagaimana tidak, jika tidak memenuhi syarat akreditasi, tentu kata Bahtiar rumah sakit tersebut secara perlahan akan tutup.

RS Tak Terakreditasi Tetap Layani Klaim BPJS, Ini Penjelasan Kadinkes Sulsel
saldy/tribun-timur.com
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr dr Bahtiar Baso 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Kementerian Kesehatan RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan kebijakan kepada rumah sakit yang belum terakreditasi untuk memenuhi persyaratan sebagai rumah sakit yang terakreditasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr dr Bahtiar Baso mengatakan bahwa kebijakan ini disambut sangat baik bagi para manajemen rumah sakit yang belum memenuhi syarat akreditasi di Sulsel.

Bagaimana tidak, jika tidak memenuhi syarat akreditasi, tentu kata Bahtiar rumah sakit tersebut secara perlahan akan tutup.

Rumah sakit yang tak memenuhi syarat terakreditasi, sangat sulit mendapatkan pasien, apalagi dana operasional dari BPJS Kesehatan.

"Saat ini, 80 persen masyarakat kita sudah pakai BPJS Kesehatan, dan ada juga Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pasien sekarang pakai BPJS semua, nah kalau misal di putus kontrak gara gara tak terakreditasi, siapa yang biayai operasional rumah sakit," katanya, Kamis (10/1).

Meski telah dikeluarkan kebijakan oleh Kementerian Kesehatan RI dan BPJS Kesehatan, para rumah sakit juga diberikan waktu tak lama untuk memenuhi syarat akreditasi itu.

Infor yang diterima dr Bahtiar, batas waktu diberikan hingga Juni 2019.

"Jadi selama masa kebijakan ini, rs tetap bisa melakukan klaim pelayanan dari BPJS Kesehatan," katanya.

Syarat rumah sakit sehingga tercatat sebagai rs terakreditasi, itu dengan melihat indikator pelayanan yang memadai, sdm yang berkualitas, bangunan layak, dan ketersediaan alat kesehatan.

Saat ini, tercatat 105 total rumah sakit yang tersebar di Sulawesi Selatan. Rumah sakit ini sudah masuk rs umum, rs ibu dan anak dan rs tni polri.

Dari total rumah sakit, tercatat hanya 75 yang sudah terakreditasi, sedangkan 12 sementara melakukan pra registrasi, dan selebihnya atau 18 rumah sakit belum terakreditasi.

"Jadi yang pra akreditasi ini seperti perpanjangan, ataupun sementara dalam tahap perpanjangan akreditasi. Akreditasi berlaku per tiga tahun," katanya.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved