Pabrik Pemecah Batu di Mangilu Pangkep yang Dikeluhkan Warga Kantongi Izin Camat

Sebelumnya diberitakan, warga sekitar, Firman Bondong memposting foto-foto rumah warga yang terkena dampak debu akibat

Pabrik Pemecah Batu di Mangilu Pangkep yang Dikeluhkan Warga Kantongi Izin Camat
FB Firman Bondong
Rumah warga Kampung Mangilu yang terkena dampak debu dari perusahaan pemecah batu yang dikeluhkan warga Mangilu, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (10/1/2019). foto FB Firman Bondong.

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Pabrik pemecah batu kraser di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel yang dikeluhkan warga sudah memiliki surat izin beroperasi.

"Iya kemarin sudah ditinjau dan adaji izin beroperasinya. Cuma surat izin itu melalui kecamatan Bungoro dalam bentuk UKM," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pangkep, Bachtiar kepada TribunPangkep.com, Jumat (11/1/2019).

Bachtiar menyebut, meski berizin tetapi UKM tersebut akan dievaluasi oleh Dinas Lingkungan Hidup.

"Tetap kita akan turun melihat lagi bersama Lingkungan Hidup soal polusi udaranya, terus apakah sudah sesuai atau tidak izinnya," ungkapnya.

Bachtiar mengaku, saat ini usaha pemecah batu tersebut tidak beroperasi.

"Kita dari tinjau dia tidak beroperasi saat ini dulu sambil menunggu tinjauan ulang Dinas Lingkungan Hidup," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga sekitar, Firman Bondong memposting foto-foto rumah warga yang terkena dampak debu akibat aktivitas pabrik pemecah batu tersebut di facebook, Jumat (4/1/2019).

Debu dari aktivitas pabrik tersebut beterbangan hingga ke rumah warga disekitar area pabrik.

Puluhan warga Desa Mangilu yang mengeluhkan aktivitas pabrik pemecah batu (kraser) tersebut mendesak Pemkab Pangkep segera turun meninjau ulang surat izin pabrik tersebut.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved