Mahasiswa Peternakan Unibos Pamerkan Sembilan Olahan Limbah Ternak

Kegiatan ini merupakan Ujian Akhir Semester yang dikemas dengan pameran hasil karya inovatif mahasiswa.

Mahasiswa Peternakan Unibos Pamerkan Sembilan Olahan Limbah Ternak
Unibos
Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos) memamerkan sembilan hasil olahan limbah ternak di Lobby Gedung I Unibos, Jumat (11/01/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Sukmawati Ibrahim

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos) memamerkan sembilan hasil olahan limbah ternak di Lobby Gedung I Unibos, Jumat (11/01/2019).

Kegiatan ini merupakan Ujian Akhir Semester yang dikemas dengan pameran hasil karya inovatif mahasiswa.

Pameran ini dihadiri tim penilai dari dosen Unibos, Dosen Unismuh dan Dosen Politani dengan memperlihatkan sembilan hasil olahan ternak antara lain olah feses ternak menjadi biogas, darah ternak menjadi tepung darahtulang ternak menjadi tepung tulang dan pupuk organik.

Tanduk ternak menjadi aksesoris, bulu ternak menjadi topi, kulit ternak menjadi kripik kulit, usus ternak menjadi sate usus dan kripik usus, serta lemak ternak menjadi sambel lemak.

Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Dr Syarifuddin MP, menerangkan jika olahan ini memang menjadi beberapa inovasi dan kreasi mahasiswa sendiri.

Ia mengatakan, olahan dicampur dengan beberapa bahan dasar alami untuk menghilangkan bau dan menambah kegunaan dari produk tersebut.

"Kami mendukung mahasiswa melakukan inovasi sesuai dengan bidang limbah yang diolah menjadi suatu produk dengan daya saing dan ramah lingkungan. Salah satunya seperti pengolahan limbah feses ternak. Karena jika feses terbuang ditempat terbuka, gas dalam feses itu akan menguap ke udara dan berpotensi merusak lapisan ozon dan akan menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup disekitarnya," katanya, Jumat (11/1/2019).

"Nah jika diolah, energi gas di feses itu dengan menggunakan alat bantu akan membantu keperluan rumah tangga. Gas nya bisa dipakai memasak. Dan hasil buangan olahan feses itu dapat menjadi pupuk cair yang sangat aman karena sudah tidak mengandung gas lagi," lanjutnya.

Menurutnya beberapa produk yang menjadi tepung seperti dari limbah darah dan limbah tulang ini bisa membantu meningkatkan kualitas produk lain karena seperti yang kita tahu, beberapa produk olahan makanan membutuhkan pasokan tepung darah sebagai pewarna alami.

Tentunya ini aman konsumsi karena sudah diolah dengan campuran bahan alami. Selain itu produk limbah urine juga diproses melalui permentasi dan hasilnya akan menjadi peptisida ramah lingkungan yang tidak merusak alam. Dan sangat antusias dengan pengolahan limbah tanduk ternak yang membtuhkan waktu tiga hari per satu prosuk dengan hasil yang berkualitas seperti aksesoris dari tanduk sapi.

"Kami berharap melalui praktek ini, penguasan teorinya lebih mampu dalam wujudan mata kuliah pengolahan limbah ternak untuk pendalaman ilmu. Kedepan kami mendukung jika produk ini menjadi suatu usaha dengan daya saing tinggi," tuturnya.

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved