Gawat, Tawon Vespa Tewaskan 7 Orang di Klaten! Ini Jenisnya dan Hidup di Daerah Mana Saja!

kalaupun V affinis dihilangkan, Hari memprediksi bahwa posisinya akan digantikan oleh jenis tawon lain sehingga tidak menyelesaikan masalah.

Gawat, Tawon Vespa Tewaskan 7 Orang di Klaten! Ini Jenisnya dan Hidup di Daerah Mana Saja!
dok kompas.com
Tawon Vespa affinis 

TRIBUNNEWS.COM - Tawon jenis Vespa affinis, warga lokal menyebutnya sebagai tawon ‘endhas’, membuat warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kalang kabut.

Pasalnya, dalam dua tahun terakhir, sudah 7 orang meninggal dunia karena disengat tawon jenis ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten Nur Khodik mengatakan, sengatan tawon Vespa affinis bisa menyebabkan kematian pada seseorang.

Baca: Cegah Diri Anda dari Kanker Nasofaring, Seperti Diderita Ustaz Arifin Ilham! Yuk Kenali Tandanya?

Baca: Dispenda Klaim PAD Pangkep Sudah 97 Persen, Tertinggi dari Sektor Ini

Jika 1 x 24 jam tidak segera ditangani maka orang yang tersengat tawon dapat menyebabkan kematian.

"Tawon ini sangat berbahaya. Sudah ada 7 warga yang meninggal karena sengatan tawon Vespa affinis. Dua warga pada tahun 2017 dan 5 orang warga tahun 2018," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Nur Khodik menambahkan, pihaknya telah memusnahkan ratusan sarang tawon jenis Vespa affinis. Tahun 2017 ada sebanyak 217 sarang dan 207 sarang pada tahun 2018.

Tawon Vespa affinis
Tawon Vespa affinis (handover)

Bahkan, lanjut dia, di awal tahun 2019 telah memusnahkan sebanyak 18 sarang tawon Vespa affinis dan 22 sarang dalam antrean.

Sarang tawon ini diameternya dapat mencapai sekitar 2 meter. Biasanya sarang tersebut terdapat di pohon, batu, lemari dan atap rumah.

Sehingga, apabila warga mengetahui keberadaan sarang tawon itu untuk segera melaporkan ke Damkar terdekat.

Baca: Pernah Pelatih Cheerleaders Sebelum Jadi Sutradara, Siapa yang Menginspirasi Rere Art2tonic?

Baca: Rp 1000, Dapat Dua Produk Kecantikan di Guardian MaRI

"Evakuasi biasanya kami lakukan setelah maghrib sekitar pukul 18.00 WIB. Karena tawon ini tidak terlalu agresif sehingga tidak membahayakan yang mengevakuasi," ucap dia.

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved