Awasi Netralitas ASN Saat Pemilu, Panwascam Bantimurung Bentuk Tim Desa

Panwascam Bantimurung membentuk tim khusus desa, untuk melakukan pengawasan netralitas ASN, politisasi SARA, dan ujaran kebencian

Awasi Netralitas ASN Saat Pemilu, Panwascam Bantimurung Bentuk Tim Desa
Bawaslu Maros
Panwascam Bantimurung temui Kepala Desa Tukamasea, Makmur untuk membahas tim khusus pengawasan Pemilu 2019, di desa. (Bawaslu Maros). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Panwascam Bantimurung membentuk tim khusus desa, untuk melakukan pengawasan netralitas ASN, politisasi SARA, dan ujaran kebencian. Pembentukan tim khusus tersebut dilakukan di delapan desa dan kelurahan yang ada di Bantimurung.

"Hal tersebut dilakukan Panwascam untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan Pemilu 2019," kata Koordinator Devisi (Kordiv) Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwascam Bantimurung, Agus Salim, Jumat (11/1/2019).

Baca: Ini Bukti Artis Inisial AC TP, BS, ML & RF Terlibat Prostitusi Online, Cara Mucikari Tawarkan Klien

Baca: Persebaya Sulit Cari Pengganti David da Silva, Bobotoh Bikin Petisi Tolak Srdjan Lopicic, PSM?

Baca: Penyekap Siswi SMP Asal Gowa Setubuhi Korbannya 10 Kali

Baca: Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Gowa Ini Disekap Pemuda Nyaris Sebulan! Bagaimana Nasibnya?

Baca: Kronologi Pak Dosen Berduaan dengan Mahasiswi di Kosan Digrebek Istri & Anak, yang Terjadi Kemudian

Baca: Diungkap Robby Abbas, Hotman Paris Penasaran Segini Tarif Melaney Ricardo Jika Ikut Prostitusi Artis

Sebelum pembentukan tim, Panwascam telah berkoordinasi dengan kepala dan lurah, diantaranya Kades Tukamasea, Makmur.

Rencana Panwascam disambut baik oleh Makmur. Pembentukan tim desa harus dilakukan untuk mengatisipasi terjadinya politik uang dan tindakan pelanggaran Pemilu, yang melibatkan warga.

"Warga juga harus paham, bahwa politik uang dalam proses demokrasi tidak baik. Kita harus melakukan proses demokrasi yang bersih dari berbagai tindakan kecurangan," katanya.

Menurutnya, pembentukan tim khusus di desa sudah tepat. Apalagi, politik uang sangat rawan terjadi di desa.

Dengan keberadaan tim khusus tersebut, maka pemberi dan penerima uang politik mudah terungkap.

Baca: Ridwan Kamil & Nurdin Abdullah Dilapor Gegara 1 Jari, Bandingkan Nasib Anies Baswedan yang 2 Jari

Baca: Kronologi Pak Dosen Berduaan dengan Mahasiswi di Kosan Digrebek Istri & Anak, yang Terjadi Kemudian

Baca: Eks Muncikari Robby Abbas Blak-blakan ke Hotman Paris Hutapea: 100 Artis, 50 Model, 30 Pramugari

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Penulis: Ansar
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved