Pengalaman Jadi Relawan Gempa Palu, FTI UMI dan ACT Gelar Workshop Mitigasi Bencana

Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia atau FTI UMI akan menggelar workshop mitigasi bencana

Pengalaman Jadi Relawan Gempa Palu, FTI UMI dan ACT Gelar Workshop Mitigasi Bencana
DOK FTI UMI
Pertemuan FTI UMI dengan perwakilan ACT, di kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/1/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia atau FTI UMI akan menggelar workshop mitigasi bencana atau pengurangan risiko bencana bagi mahasiswa FTI UMI, Maret 2019.

Dalam pelaksanaan workshop, FTI UMI menggandeng organisasi kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Sulawesi Selatan.

Rencananya, peserta workshop adalah pengurus lembaga kemahasiswaan lingkup FTI UMI.

Workshop ini digelar setelah mahasiswa FTI UMI menjadi relawan saat terjadi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dan banjir bandang di Barru, Sulawesi Selatan.

Dekan FTI UMI, Dr Ir H Zakir Sabara H Wata ST MT IPM ASEAN Eng mengatakan, workshop digelar guna menyiapkan kader relawan terbaik dari mahasiswa yang memiliki kemampuan khusus seputar kebencanaan.

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Dekan FTI UMI Zakir Sabara H Wata, dari Akun Medsos hingga Prestasi

"Misalnya pengenalan tentang potensi bencana yang ada di sekitar, history bencana yang pernah terjadi, bentuk antisipasi, meningkatkan kesadaran tanda-tanda bencana, dampak bencana bagi individu, keluarga, dan komunitas, cara penanganan dalam kondisi bencana, serta bagaimana cara menyelematkan diri dari bencana," kata Zakir Sabara H Wata usai pertemuan dengan perwakilan ACT, di kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/1/2019).

Mahasiswa FTI UMI, selain menjadi relawan, juga mengirim bantuan untuk korban bencana alam.

Seperti saat gempa bumi di Lombok, Juli 2018.

Bantuan dikirim berupa bahan makanan, pakaian, hingga sapi untuk memenuhi kebutuhan giri para pengungsi.

Bencana tak dapat diprediksi datangnya, namun dampaknya bisa diminimalisir.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved