Pembangunan Jalan Lingkar Pesisir Bantaeng Dijadwalkan Rampung Tahun 2019

Pembangunan jalan lingkar pesisir seputar Pantai Seruni, Kabupaten bantaeng dijadwalkan bakal rampung tahun 2019.

Pembangunan Jalan Lingkar Pesisir Bantaeng Dijadwalkan Rampung Tahun 2019
TRIBUN TIMUR/EDI HERMAWAN
Kadis PUPR Bantaeng, A Syafruddin Magau 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pembangunan jalan lingkar pesisir seputar Pantai Seruni, Kabupaten bantaeng dijadwalkan bakal rampung tahun 2019.

Kadis PUPR bantaeng, A Syafruddin Magau mengatakan bakal mengerjakan jembatan penghubung jalan yang melintang pada kawasan pesisir bantaeng ini.

"Ada dua jembatan penghubung yang kami akan kerjakan. Ini untuk menuntaskan pembangunan penghubung jalan ini," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Kamis (10/1/2019).

Baca: Jalanan Menuju Kampus STAI DDI Pangkep Berlubang

Baca: Hotman Paris Kaget Wawancara Eks Mucikari Artis Robby Abbas, Ungkap Pria Hidung Belang dari Pejabat

Baca: Ini Penyebab Aset Abu Tours Belum Bisa Dibagikan ke Jemaah

Baca: Nasdem Sinjai Jadikan Survei LSI Sebagai Motivasi Buat Kader

Baca: Jarang Terjadi! Acara Malam Mappacci Putra Nurdin Abdullah, Pertemukan SYL dan Amin Syam

Baca: Cari Tahu Melempemnya Industri Maritim Sulsel, Ikatan Alumni Teknik Unhas Adakan Tudang Sipulung

Baca: Hujan Berpotensi Guyur Kabupaten Wajo Sejak Pagi Hingga Sore

Baca: Ketua Bawaslu Pangkep: Dirut Perusda Sulsel Tidak Terbukti Melanggar

Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog, Lulusan SMK D3 & S1, Tutup 13 Januari, Buruan Daftar Online di Link Ini

Baca: Resmob Polsek Panakkukang Bekuk DPO Curas

Menurutnya, ada dua jembatan yang bakal dibangun, letaknya juga pada dua titik. Dengan panjang total 120 meter.

Dua titik itu terletak pada Sungai yang terletak di Kaili, Kecamatan Bissappu. Serta Sungai Bialo di Lembang Cina, Kecamatan Bantaeng.

"Jalan ini kan statusnya belum fungsional utuh dengan belum dibangunnya dua jembatan tersebut. Untuk jalan sendiri itu dibangun oleh Balai Besar Jalan Nasional pada 2013-2016," tambahnya.

Sedangkan untuk pembangunan pemecah ombak untuk proteksi agar tidak terjadi abrasi. Pihaknya kini sedang merancang konstruksi yang dianggap cocok.

Dia mempertimbangkan ketinggian ombak yang berubah pada musim-musim tertentu. Arusnya juga menurutnya berasal dari dua arah.

"Karena itu perlu kita analisis dulu. Pilihannya bisa sheet pile, atau pemecah ombak dengan kontruksi dari blok beton atau batu-batu besar," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku sedang mengurus status jalan tersebut, karena masih non status.

Halaman
12
Penulis: Edi Hermawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved