Operator Pelayaran Kenakan Surcharge Conghesty di TPM, ALFI Menolak

Dalam surat pemberitahuannya, Kamis (10/1/2019) bertuliskan, perusahaan harus menarik surcharge conghesty

Operator Pelayaran Kenakan Surcharge Conghesty di TPM, ALFI Menolak
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Petugas mengawasi aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Antrean kapal untuk bongkar muat di Terminal Petikemas Makassar (TPM), membuat operator pelayaran mengenakan biaya tambahan kongesti (antrean sandar) atau surcharge conghesty kepada pengguna jasa.

Salah satu operator yang menerapkan surcharge conghesty, PT Tanto Intim Line.

Dalam surat pemberitahuannya, Kamis (10/1/2019) bertuliskan, perusahaan harus menarik surcharge conghesty, lantaran kapal yang antre berhari-hari di TPM bisa memicu kerugian, karena menunggu lama untuk bongkar muat.

Baca: Dilapor ke Bawaslu oleh Tim Prabowo-Sandi, Danny Pomanto Bantah Pakai Fasilitas Negara

Baca: Warga Dusun Pandang-pandang Serbu Mapolres Jeneponto, Tuntut Rekannya Dilepas

Baca: Menuju Zona Integritas, Polres Tana Toraja Buka Layanan Satu Atap

“Terkait dengan terjadinya kongesti di Pelabuhan Makassar yang sangat parah dan tidak dapat diprediksi, maka dengan ini akan dikenakan biaya surcharge conghesty untuk rute Surabaya-Makassar-Out per stuffing full container 11 Januari 2019,” sesuai tulisan.

Bahkan secara rinci, PT Tanto Intim menyertakan besaran surcharge conghesty. Untuk full day Courier Own Container (COC) atau Kapal yang memiliki peti kemas dan Shipper Own Container (SOC) atau kontainer milik eksportir kategori 20 feet dikenakan surcharge conghesty Rp 1 juta per kontainer dan kategoti 40 feet dikenakan surcharge conghesty Rp 2 juta per kontainer.

Selain itu, untuk full reefer atau dilengkapi pengatur suhu, kategori 20 feet Reefer (RF) dengan surcharge conghesty Rp 2 juta per kontainer, dan 40 feet RF dengan surcharge conghesty Rp 4 juta per kontainer.

Tidak tanggung-tanggung, relasi pun diwajibkan untuk meng-cover muatan dengan asuransi tipe ICC-A (paling terluas) untuk mengurangi risiko kerugian jika terjadi musibah.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder (ALFI/ILFA) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Syaifuddin Saharudi via pesan WhatsApp membenarkan hal tersebut. Bahkan tidak hanya PT Tanto Intim, tetapi juga PT Meratus Line, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan PT Samudera Indonesia.

“Sikap kami dari DPW ALFI/ILFA, berdasarkan hasil rapat pengurus dan anggota, secara tegas menolak hal tersebut (surcharge conghesty),” kata Syaifuddin.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved