Kasus Menara Al Markaz Mangkrak, ACC: Itu Modus Raup Keuntungan Banyak  

Sejak dibangun 2017 lalu, pasca roboh, sampai sekarang bangunan yang terbuat dari besi baja seharga Rp 1,8 miliar tersebut, belum rampung.

Kasus Menara Al Markaz Mangkrak, ACC: Itu Modus Raup Keuntungan Banyak  
Ansar/Tribunmaros.com
Kondisi menara Masjid Al Markaz Maros belum rampung padahal sudah dua tahun dikerjakan. Bangunan lama yang roboh diganti baja. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Wakil Direktur Anti Corruption Committe atau ACC Sulawesi, Abdul Kadir curiga adanya kesengajaan Polres Maros dan Dinas PU, sehingga pembangunan menara Masjid Al-Markaz, mangkrak dua tahun terakhir, Kamis (10/1/2018)

Sejak dibangun 2017 lalu, pasca roboh, sampai sekarang bangunan yang terbuat dari besi baja seharga Rp 1,8 miliar tersebut, belum rampung.

"Pembangunan menara selama dua tahun, merupakan modus dan kesengajaan pihak terkait, untuk meraup keuntungan yang finansial yang melimpah," kata Kadir.

Baca: Kronologi Siswi SMPN Diculik Disusul Permintaan Tebusan Rp 150 Juta & Penjelasan Resmi Polisi

Baca: Lowongan Kerja Terbaru PT Angkasa Pura I, Butuh Karyawan Minimal Lulusan D3, Daftar Online di Sini!

Baca: Kasus Menara Al Markaz Mangkrak, ACC: Polres Maros Terkesan Pembiaran

Sikap Polres dinilai sangat kompromis dan cenderung menguntungkan kontraktor. Seharusnya kasus menara diusut tuntas penggunaan anggarannya, kemudian dilakukan pergantian bangunan.

"Polres seharusnya tidak mengarahkan kontrakor, untuk menggunakan  dana pribadi mengganti bangunan menara. Pembangunan masjid sudah ada alokasi dananya dari APBD," katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Deni Eko, mengatakan baru mengecek jadwal perampungan menara tersebut, kepada penyidiknya. "Saya cek dulu sama anggota," katanya.

Menara miring setelah dihantam puting beliung pada awal 2017 lalu. Saat itu, BMKG memprediksi kecepatan angin mencapai 49 knot. Hal itu membuat menara langsung miring ke selatan-timur.

Pembangunan menara dimulai pada 2015 lalu. Tahap pertama, menara menelan Rp 570 juta, 2016 sekitar Rp 480 juta dan tahun 2017, Pemkab kembali mengucurkan Rp 759 juta untuk perampungan.

Proyek pembangunan menara Masjid Al Markaz dimenangkan oleh CV Sinar Mulia. Pemilik perusahaan tersebut merupakan salah satu pengusaha ternama, Sainuddin alias Haji Pajero.

Sementara, Kepala Seksi Bangunan PU, Amirul Mukmin sebagai perencana atau konsultan bangunan.

Pengawas lapangan yakni, Aulia Ashar yang juga staf Cipta Karya dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Wahidah Arsyad. 

 Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Baca: Jarang Terjadi! Acara Malam Mappacci Putra Nurdin Abdullah, Pertemukan SYL dan Amin Syam

Baca: Video : Ritual Mappaccing Mentan Amran Sulaiman Jelang Pernikahan Putra Bungsu Gubernur Sulsel

Baca: Siapa Salah? Pria Ini Kritis di Rumah Sakit Gara-gara Dikerok Istri Tetangga & Penjelasan Polisi

Baca: Tahun Ini, Pep Guardiola Target Manchester City Raih 4 Trofi

Baca: Ini Alasan BPJS Tak Bayar Klaim RSUD Bulukumba Rp 12 Miliar

Baca: Cari Tahu Melempemnya Industri Maritim Sulsel, Ikatan Alumni Teknik Unhas Adakan Tudang Sipulung

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved