2 Tahun, Menara Masjid Al Markaz Maros Rp 1,8 Miliar Belum Rampung, Jamaah Prihatin

Sebelumnya, Polres Maros meminta kepada kontraktor untuk mengganti material beton dengan baja dengan anggaran yang sama.

2 Tahun, Menara Masjid Al Markaz Maros Rp 1,8 Miliar Belum Rampung, Jamaah Prihatin
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Kondisi menara Masjid Al Markaz Maros belum rampung padahal sudah dua tahun dikerjakan. Bangunan lama yang roboh diganti baja. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Seorang jamaah Masjid Al Markaz Maros, Rahmat prihatin melihat kondisi menara yang sempat rubuh tahun 2017 lalu, namun sampai sekarang belum rampung.

Padahal bangunan tersebut telah menghabiskan Rp 1,8 Miliar dari APBD 2015-2017. 

Saat rubuh, Polres Maros meminta kepada kontraktor untuk mengganti material beton dengan baja dengan anggaran yang sama.

Baca: Jalanan Menuju Kampus STAI DDI Pangkep Berlubang

Baca: Hotman Paris Kaget Wawancara Eks Mucikari Artis Robby Abbas, Ungkap Pria Hidung Belang dari Pejabat

Baca: Ini Penyebab Aset Abu Tours Belum Bisa Dibagikan ke Jemaah

Baca: Nasdem Sinjai Jadikan Survei LSI Sebagai Motivasi Buat Kader

Baca: Jarang Terjadi! Acara Malam Mappacci Putra Nurdin Abdullah, Pertemukan SYL dan Amin Syam

Baca: Cari Tahu Melempemnya Industri Maritim Sulsel, Ikatan Alumni Teknik Unhas Adakan Tudang Sipulung

Baca: Hujan Berpotensi Guyur Kabupaten Wajo Sejak Pagi Hingga Sore

Baca: Ketua Bawaslu Pangkep: Dirut Perusda Sulsel Tidak Terbukti Melanggar

Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog, Lulusan SMK D3 & S1, Tutup 13 Januari, Buruan Daftar Online di Link Ini

Baca: Resmob Polsek Panakkukang Bekuk DPO Curas

Saat bangunan diganti, proyek menara 'miring' tersebut tak kunjung rampung. Bahkan sudah dua tahun terkahir tidak ada kejelasan pengusutan dari Polres Maros.

"Saya merasa prihatin melihat kondisi menara Masjid Al-Markaz yang terkesan dipermainkan. Kita seharusnya malu, dengan kondisi menara itu yang tidak rampung. Padahal sudah menghabiskan Rp 1,8 miliar," kata Rahmat, Kamis (10/1/2019).

Rahmat meminta kejelasan jadwal perampungan pembangunan menara tersebut. Alasannya, kontraktor terkesan bebas menentukan sendiri jadwal perampungannya.

"Bagusnya sekarang, kalau kita dikasi kesempatan memperbaiki bangunan, waktunya bisa lebih satu tahun. Pekerja terkesan diberi kebebasan," katanya.

Polres Maros

Sementara Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Deni Eko, menagatakan baru mengecek jadwal perampungan menara tersebut, kepada penyidiknya.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved