Bawaslu Maros: Peserta Pemilu Berkampanye Melalui Media Bisa Dipidana

Selain itu, media cetak, elektronik, dan media online, juga diminta supaya tidak menerbitkan iklan semua peserta Pemilu 2019.

Bawaslu Maros: Peserta Pemilu Berkampanye Melalui Media Bisa Dipidana
Sufirman
Ketua Bawaslu Maros, Sufirman

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Bawaslu Maros mengimbau kepada peserta Pemilu 2019, supaya tidak melakukan kampanye melalui iklan media cetak, online dan elektronik.

Selain itu, media cetak, elektronik, dan media online, juga diminta supaya tidak menerbitkan iklan semua peserta Pemilu 2019.

Baca: Affandy Agusman Aris: Hanura Optimis Lolos PT 4 Persen

Baca: ACC Desak Polisi Bongkar Motif Dibalik Teror Pimpinan KPK

Baca: Gibran Rakabuming Bakal Dilaporkan Andi Arief Akibat Retweet Cuitan TNI AU

"Kami sangat berharap kepada pimpinan media, supaya tidak menerima atau mempublikasikan iklan peserta Pemilu. Peserta pemilu kami imbau supaya tidak beriklan," kata Ketua Bawaslu Maros, Sufirman, Rabu (9/1/2019).

Menurutnya, penerbitan iklan dapat dimaknai dengan kampanye politik peserta Pemilu 2019. Untuk sementara, peserta pemilu dilarang kampanye.

Baca: Muslimin Bando Berharap Olahraga Futsal Bisa Harumkan Nama Daerah

Sufirman mengatakan, iklan kampanye baru bisa dilakukan oleh peserta Pemilu pada tanggal 24 Maret 2019 mendatang.

"Bawaslu siapkan sanksi pidana danda bagi peserta pemilu yang melanggar ketentuan atau jadwal kampanye," katanya.(*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

 

Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved