Pekan Pertama 2019, SPKT Polres Bantaeng Terima Enam Laporan Warga

Dari enam laporan itu, dua merupakan laporan tentang penganiayaan, dua laporan pencurian, satu laporan penggelapan dan satu laporan

Pekan Pertama 2019, SPKT Polres Bantaeng Terima Enam Laporan Warga
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
SPKT Polres Bantaeng. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - SPKT Polres Bantaeng telah menerima enam laporan warga pada pekan pertama bulan Januari 2019.

Dari enam laporan itu, dua merupakan laporan tentang penganiayaan, dua laporan pencurian, satu laporan penggelapan dan satu laporan penyerobotan tanah.

Kepala SPKT Polres Bantaeng, Aipda Salehuddin mengatakan bahwa laporan penganiayaan pertama dilaporkan oleh korban bernama Gugun Dwi Sandy.

Laporannya masuk pada (4/1/2019), korban mengalami luka pada bagian tangan karena ditikam menggunakan anak panah (busur).

Laporan penganiayaan lainnya dilaporkan korban bernama Muhammad pada (7/1/2019).

Dia melapor atas penganiayaan berupa penikaman menggunakan senjata tajam dan luka pada bagian pinggang dan kepala.

"Sedangkan untuk kasus pencurian. Satu laporan diterima pada (1/1/2019). Ada warga yang lupa hp miliknya di ATM, tapi begitu kembali untuk dicari Hp sudah hilang," tambahnya.

Kasus pencurian berikutnya menimpa Rahma yang dijambret Hpnya di Pantai Seruni. Hp itu disimpan di motor dan direbut saat sedang mengendarai motor.

Untuk laporan penyerobotan tanah itu dilaporkan oleh Erwin Kaimuddin pada (5/1/2019). Lokasi tanah di Makkaninong, Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Bantaeng.

"Untuk penyerobotan, sebenarnya ada salah sasaran karena lain lahan yang dibeli. Sementara lahan pelapor yang juga adalah rumahnya tidak dijual, tapi juga digusur. Kerugiannya Rp 1,4 miliar," jelasnya.

Sedangkan untuk laporan penggelapan mobil itu dimasukkan oleh Hamid Mile pada (8/1/2019).

Dia mempercayakan mobil pick up miliknya untuk digunakan oleh salah seorang. Sewa mobilnya sesuai perjanjian adalah bagi hasil.

"Tapi sejak November 2018 hingga kini. Orang yang dipercayakan tersebut sudah tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya," tuturnya.

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved