Omzet Setengah Miliar, Peluang Usaha Bandeng Tanpa Duri Ini Patut Ditiru

Selain telah memiliki langganan tetap dengan produksi batari 300 ekor per hari, dia juga sudah melayani pelanggan batari dari luar daerah

Omzet Setengah Miliar, Peluang Usaha Bandeng Tanpa Duri Ini Patut Ditiru
munjiyah/tribunpangkep.com
Usaha Bandeng Tanpa Duri (Batari) Ratna Mentari di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (8/1/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO - Usaha Bandeng Tanpa Duri (Batari) Ratna Mentari di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel sudah sukses.

Pemilik usaha, Ratna Mentari jatuh bangun dalam merintis usaha pengolahan ikan bandeng tanpa duri tersebut.

Dia berapa kali gagal dalam memasarkan batari di rumah-rumah makan di Pangkep maupun Makassar.

Keuletan Ratna membuahkan hasil.

Selain telah memiliki langganan tetap dengan produksi batari 300 ekor per hari, dia juga sudah melayani pelanggan batari dari luar daerah hingga luar negeri.

"Alhamdulillah hasil kerja keras saya ini membuahkan hasil dan setahun omzet keseluruhan bisa setengah miliar," ujarnya di Bulu Cindea, Rabu (8/1/2019).

Ratna bukan tipe orang yang menyerah. Alumni jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan tersebut juga mempekerjakan masyarakat sekitar 10 orang.

Semua karyawannya mendapatkan jatah dari hasil membersihkan ikan bandeng dihargai Rp 2 ribu per ekor.

Dia juga berbagi tips dan trik memulai usaha ini, bagi mereka yang belum memiliki ide dan tertarik di bidang pengolahan perikanan.

"Kalau ada kemauan pasti ada jalan, kalau ada modal kenapa tidak buka peluang usaha seperti ini. Alat-alatnya dibeli dan kita bisa belajar mencabut duri ikan bandeng yang ada 164 duri memakai alat-alat khusus," ungkapnya.

Dia juga mengaku, jika memulai usaha jangan takut gagal. Apalagi ikan bandeng melimpah disekitar kita, manfaatkan dengan baik.

Kini, setelah memproduksi ikan bandeng untuk dijual di rumah makan, melayani permintaan luar kota dan negeri. Batari Ratna Mentari ini juga mulai mengolah limbah ikan bandeng agar bernilai.

"Jadi kami juga modifikasi limbah ikan yakni tulang dari hasil pencabutan batari itu dijadikan kerupuk, kemudian dagingnya dijadikan otak-otak serta nugget dan sisiknya jadi pakan ternak," jelasnya.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved