Menuju Kedaulatan Transportasi Berkeadilan dan Kenyamanan Transportasi Online

Dampak kerugian ekonomi dari kemacetan di Provinsi DKI Jakarta saja mencapai Rp 67 triliun per tahun.

Menuju Kedaulatan Transportasi Berkeadilan dan Kenyamanan Transportasi Online
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi transportasi online. 

Ir Muslich Zainal Asikin MBA MT ATU

Presidium Pengurus Pusat Masyarakat Transportasi Indonesia

Ir Muslich Zainal Asikin MBA MT ATU
Ir Muslich Zainal Asikin MBA MT ATU (DOK PRIBADI)

HAK masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi yang berkeadilan belum sepenuhnya terpenuhi.

Tak heran jumlah pengguna kendaraan pribadi masih lebih banyak ketimbang pengguna transportasi umum.

Dampaknya volume kendaraan di jalan raya meningkat pesat dan menyebabkan kemacetan lalu-lintas di mana-mana.

Padahal, transportasi adalah nadi mobilitas masyarakat.

Transportasi berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika arus transportasi dan logistik tersendat, laju pertumbuhan ekonomi pun akan sulit tancap gas.

Mengutip data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dampak kerugian ekonomi dari kemacetan di Provinsi DKI Jakarta saja mencapai Rp 67 triliun per tahun.

Ini baru nilai kerugian di satu provinsi. Jika dihitung secara nasional, total nilai kerugiannya akan jauh lebih besar.

Baca: Driver Grab Ramai-ramai Pindah ke Go-Jek, Beginilah Curhat Mereka soal Perlakuan Diterimanya

Baca: Kabar Buruk, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Terancam Dipenjara 3 Tahun

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved