Kejari Parepare Minta Pemkot Blacklist Rekanan yang Proyeknya Tak Tepat Waktu

Dia menuturkan, untuk LPSE sendiri sudah menjadi catatan untuk di blacklist."Jauh hari kita sudah sarankan kepada PPK dan rekanan

Kejari Parepare Minta Pemkot Blacklist Rekanan yang Proyeknya Tak Tepat Waktu
mulyadi/tribunparepare.com
Kajari Parepare, Andi Darmawansah 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare meminta kepada pemerintah kota setempat untuk mempertimbangkan rekanan yang pekerjaannya menyeberang tahun anggaran.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare, Andi Darmawansah, Selasa (8/1/2019).

"Terhadap pelaksana proyek dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan proyek berikutnya, karena bekerja tidak sesuai dengan Kontrak," ujarnya.

Dia menuturkan, untuk LPSE sendiri sudah menjadi catatan untuk di blacklist."Jauh hari kita sudah sarankan kepada PPK dan rekanan untuk tidak melelang sejumlah proyek karena waktu pengerjaannya mepet,"jelas dia.

Andi pun menuturkan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat sanksi untuk proyek yang dimaksud sesuai dengan Kepres Nomor 16b Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang atau Jasa pemerintah.

Sejumlah proyek dengan anggaran miliaran rupiah yang sampai memasuki tahun 2019 masih belum rampung diantaranya, Auditorium BJ Habibi (Rp 4,2 miliar lebih), Gedung Call Center 112 Terpadu (Rp 3,8 miliar) dan pembenahan kantor Wali Kota Parepare (Rp 1,2 miliar).

Penulis: Mulyadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved