BPBD Sebut Perambahan Hutan Penyebab Longsor di Enrekang

BPBD Enrekang mencatat ada 33 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Enrekang selama 2018.

BPBD Sebut Perambahan Hutan Penyebab Longsor di Enrekang
TRIBUN TIMUR/MUH ASIZ ALBAR
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang, Lukman Dering saat ditemui TribunEnrekang.com, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang mencatat ada 33 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Enrekang selama 2018.

Dari 33 bencana tersebut, tanah Longsor merupakan bencana yang paling banyak terjadi yakni sebanyak 15 kali.

Jumlah tersebut terdiri dari Kecamatan Anggeraja lima kali, Enrekang, Maiwa, Cendana masing-masing dua kali dan Curio, Alla, Baraka dan Bungin masing-masing satu kali kejadian tanah longsor.

Baca: Istri Kedua, Oksana Voevodina Hanya Jadi Permaisuri saat Bulan Madu dengan Raja Kelantan Malaysia

Baca: Babinsa di Sidrap Dapat Bantuan Motor Dinas

Baca: Sebelum Pensiun, Tiga Personel Kodim 1420 Sidrap Wajib Ikut MPP

Baca: Tim Prabowo-Sandi Target 75% Suara di Luwu Utara

Baca: Penyakit Ustadz Arifin Ilham hingga Dirawat di RSCM, Anies Baswedan dan Kapolri Membesuk

Baca: Gubernur Anies Baswedan Dukung Prabowo Diperiksa Bawaslu, Bagaimana Gubernur Sulsel Dukung Jokowi?

Baca: 3 Sumur Uang Vanessa Angel Sebelum Tertangkap Polisi Main di Hotel Disewa via Prostitusi Online

Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog Butuh Karyawan SMK dan S1, Batas Akhir 13 Januari, Daftar Online di Sini!

"Jadi bencana paling banyak terjadi di Entekang tahun 2018 adalah tanah Longsor dan Anggeraja adalah kecamatan terbanyak terjadi Longsor yakni lima kali," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang, Lukman Dering, kepada TribunEnrekang.com, Selasa (8/1/2019).

Ia menjelaskan, bencana longsor memang merupakan bencana yang paling rawan dan sering terjadi di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang.

Faktor penyebabnya adalah Enrekang memang merupakan daerah yang memiliki topograpi yang dikelilingi gunung dan bukit.

Sehingga tentu sangat rawan akan terjadinya pergeseran tanah di perbukitan apalagi terjadi hujan yang ekstrem.

Selain itu, faktor kegiatan manusia juga turut andil dalam seringnya bencana longsor terjadi di Enrekang.

Itu dikarenakan perambahan hutan dan pembukaan lahan secara massif oleh warga sehingga berdampak mengakibatkan gunung dan bukit jadi gundul yang dapat berakibat terjadi erosi hingga longsor.

"Jadi sebaiknya warga kita melakukan reboisasi untuk lahan yang tidak dimanfaatkan, dan pagar-pagar lahan yang dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber kehidupan itu bisa ditanami pohon yang akarnya bisa menahan tanah pada saat curah hujan tinggi," ujarnya.

Baca: DLiquid Cafe Claro Hotel Perkenalkan Talent Baru asal Jakarta

Baca: Agenda Gubernur Sulbar Hari ini, Diantaranya Melantik Bupati Polman

Baca: Satu Formasi CPNS di Jeneponto Kosong

Baca: Bandingkan Foto-foto Mulan Jameela & Maia Estianty Berhijab saat Ibadah Umrah, Pilih Mana?

Baca: Berikut Agenda Bupati Lutra Hari ini, Salah Satunya Hadiri Acara Majelis Taklim

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Baca: 3 Sumur Uang Vanessa Angel Sebelum Tertangkap Polisi Main di Hotel Disewa via Prostitusi Online

Baca: 34 Formasi CPNS di Bantaeng Alami Kekosongan

Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog Butuh Karyawan SMK dan S1, Batas Akhir 13 Januari, Daftar Online di Sini!

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved