Mamasa Masih Sering Gempa, Ini Penjelasan Kepala BPBD

Kepala BPBD Mamasa, Daud Sattu, mengatakan gempa yang terjadi di Mamasa tidak bisa diprediksi kapan akan berhenti.

Mamasa Masih Sering Gempa, Ini Penjelasan Kepala BPBD
herson/tribunmamasa.com
Kepala BPBD Mamasa, Daud Sattu 

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi gempa yang masih terus terjadi di daerah tersebut.

Kepala BPBD Mamasa, Daud Sattu, mengatakan gempa yang terjadi di Mamasa tidak bisa diprediksi kapan akan berhenti.

"Gempa yang terjadi di Mamasa bagian dari patahan Sesar Saddang yang sudah terpecah-pecah sehingga sulit diprediksi," kata Daud kepada tribunmamasa.com Jumat (4/1/2019) siang.

Menurut Daud, sesuai informasi dari BMKG, patahan itu terbagi kebeberapa daerah, seperti Mamasa, Tawalian, Sesenapadang, Bambang, Rantebulahan Timur, Pana, Nosu, dan Tabang.

"Dari pengalaman, yang tertinggi itu saat gempa 5.5 Skala Richter," katanya.

Dia berharap masyarakat Mamasa tetap beraktifitas seperti biasa namun tetap waspada.

"Kalau ada gempa jangan terlalu panik serta tidak mudah percaya dengan isu-isu gempa yang belum terbukti kebenarannya," jelasnya.

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved