VIDEO: Pembacaan Putusan Hasil Mediasi DPC Partai Gerindra dan KPU Wajo

"Ini hasil mediasinya, kita terima keputusan KPU Wajo," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Wajo, Andi Pandu Jaya, Kamis (03/01/2019).

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, WAJO - Mediasi yang digelar antara DPC Partai Gerindra Kabupaten Wajo sebagai pemohon dengan KPU Wajo sebagai termohon di Bawaslu Wajo membuahkan hasil, Kamis (03/01/2019). Yakni, DPC Partai Gerindra menerima keputusan KPU Wajo yang menetapkan salah satu calegnya tidak memenuhi syarat atau TMS.

"Ini hasil mediasinya, kita terima keputusan KPU Wajo," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Wajo, Andi Pandu Jaya, Kamis (03/01/2019).

Sebelumnya, pihak Partai Gerindra sendiri mengajukan keberatan ke Bawaslu Wajo terkait keputusan KPU Wajo yang membuat perubahan atas Daftar Calon Tetap (DCT), pada Kamis (19/12/2018) lalu, dengan dalih bahwa proses penetapan DCT tersebut telah berlalu.

Baca: Peneliti ISD Selayar Harap Kualitas Penegakan Hukum Meningkat di 2019

Baca: Jelang Final Kapolres Luwu Cup, Panbers FC Datangkan Kapten Timnas U-19

Baca: Daftar Partai Politik di Kabupaten Wajo yang Nihil Sumbangan Dana Kampanye

Berdasarkan berita acara pleno bernomor 693/PL.01..4-BA//02/7313/KPU-Kab/XII/2018, calon anggota legislatif Kabupaten Wajo, Dapil IV (Keera-Pitumpanu) nomor urut 7, Andi Nelly ditetapkan tidak memenuhi syarat. Pasalnya, ijazah SMA yang berasal dari Yayasan Emmy Saelan adalah ijazah yang cuma berlaku dalam lingkup internal yayasan sendiri.

KPU Wajo tentu tak serta merta menetapkan Andi Nelly tidak memenuhi syarat setelah tahapan DCT. Hal tersebut didasarkan atas Surat Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan bernomor 004.5/10300-P.SMA.3/Disdik, juga berdasarkan surat edaran KPU RI nomor 1275/PL.01.4-SD-/06/KPU/X/2018 tentang tahapan pasca penetapan DCT.

Sementata, Komisioner Bawaslu Wajo Devisi Penindakan, Andi Syamsir, yang juga memimpin mediasi menyebutkan bahwa kedua belah pihak bersepakat bahwa tidak akan melanggar peraturan perundang-undangan.

"Mereka sudah sepakat, di Bawaslu cuma menengahi saja. Karena Gerindra ajukan surat keberatannya, dan itu dilihat sebagai permohonan sengketa. Makanya kita mediasi dulu. Tapi karena mediasinya mencapai kesepakatan, mala tidak dilanjut ke ajudikasi," kata Andi Syamsir.

Sebagaimana diketahui, mediasi antara DPC Partai Gerimdra Kabupaten Wajo dan KPU Wajo adalah mediasi pertama yang dilakukan oleh Bawaslu Wajo sepanjang tahapan Pemilu 2019 ini.

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

(*)
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved