Progress Pembangunan Jalan Tol Layang Pettarani hingga Akhir 2018 Capai 9,23 %, Ini Rinciannya?

"Pihak kontraktor dalam hal ini Wika Beton dan tim konsultan Nippon Koei-Indo Koei sudah bekerja keras," kata Anwar.

Progress Pembangunan Jalan Tol Layang Pettarani hingga Akhir 2018 Capai 9,23 %, Ini Rinciannya?
tribun timur/sanovra jr
Kondisi Jl AP Pettarani, Makassar, yang sementara dalam pengerjaan proyek pembangunan tol Ujung Pandang Seksi III, Rabu (21/11/2018). Pembangunan jalan tol layang sepanjang 4,3 Km tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp 2,2 triliun dengan masa kontruksi selama 22 bulan tanpa adanya pembebasan lahan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) terus membangun Jalan Tol Layang AP Pettarani atau Tol Seksi III di Makassar.

Hingga (31/12/2018) progress pengerjaan di angka 9,23 persen, terjadi percepatan 1,97 persen dari target 7,26 persen.

Direktur Utama PT BMN Anwar Toha yang dihubungi Kamis (3/1/2019) menuturkan, proyek pembangunan jalan tol layang yang sudah di mulai sejak April 2018 mengalami percepatan.

Baca: Selain Wasyiat, Kalteng Putra Juga Datangkan Dua Pemain Ini

Baca: BPJS Kesehatan Makassar Lanjutkan Kerjasama dengan 50 Rumah Sakit, Andalkan SCF

"Pihak kontraktor dalam hal ini Wika Beton dan tim konsultan Nippon Koei-Indo Koei sudah bekerja keras," kata Anwar.

Secara umum, kata Anwar, pekerjaan umum sudah 31 persen, pekerjaan persiapan 54 persen, pekerjaan sub structure 19 persen, pekerjaan super structure 3 persen, pekerjaan lampu jalan, utilitas dan taman 223 persen.

Kemudian pekerjaan widening kiri 100 persen dan kanan 100 persen, pekerjaan bored pile 312 pile, ekerjaan pile cap 5 Cap si P1, P3, P4, P5, dan P7, pekerjaan kolom atau pier 1 pier, produksi box girder 308 box, dan relokasi pipa PDAM sejauh 3.710 meter.

"Kendala yang dihadapi tentu air hujan, karena masih ada pekerjaan bangunan bawah pengeboran. Lalu bekas galian PDAM belum bisa dilakukan pengembalian kondisi, masih nunggu cuaca," katanya.

Awal tahun 2019, Wika Beton mengenjot pengerjaan bored pile (tiang pancang) dan ramp on/off (pintu naik dan pintu turun jalan tol). Hingga Pile cap dan lainnya.

Besarnya Anggaran

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved