Kasus Kejahatan Dunia Maya di Palopo Meningkat, Didominasi Penghinaan dan Penipuan

AKP Ardy Yusuf mengatakan, berdasarkan data tahun 2017 Polres hanya menangani 5 kasus. Namun itu meningkat menjadi 68 kasus pada 2018.

Kasus Kejahatan Dunia Maya di Palopo Meningkat, Didominasi Penghinaan dan Penipuan
Hamdan/TribunPalopo.com
Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf 

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, Hamdan Seoharto.

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Kasus kejahatan di Dunia Maya di Kota Palopo meningkat pada tahun 2018.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf mengatakan, berdasarkan data tahun 2017 Polres hanya menangani 5 kasus. Namun itu meningkat menjadi 68 kasus pada 2018.

"Untuk kasus kejahatan dunia maya meningkat dari 5 kasus ditahun 2017 menjadi 68 kasus di tahun 2018," katanya, Rabu (2/1/2019) sore.

Baca: Musisi Pinrang Kumpul Rp 2 Juta untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Baca: Kronologi Lengkap Siswi SMP di Lombok Diperkosa Pacar & Teman-temannya hingga Tewas, ini Penyebabnya

Baca: Toko Media Skirlap di Kabupaten Sinjai Dibobol Maling! HP Merek Begini yang Dicuri?

Kasus kejahatan dunia maya ini terdiri dari dua kategori, yaitu penghinaan dan penipuan. Penghinaan 24 kasus dan penipuan 44 kasus untuk tahun 2018.

Untuk kasus penghinaan atau pencemaran nama baik, pelaku didominasi dari masyarakat biasa, korbannya ada PNS dan pegawai swasta.

"Dari 24 kasus pencemaran nama baik itu pelaku didominasi oleh masyarakat biasa. Salah satunya warga Palopo berinisial SS yang telah divonis empat bulan penjara. Korbannya adalah PNS di Kota Palopo," kayanya.

"Selain itu kasus pencemaran nama baik juga pernah dilakukan oleh pejabat di Kota Palopo dan divonis percobaan," lanjut AKP Ardy Yusuf.

Sementara itu untuk kategori penipuan juga didominasi oleh masyarakat biasa. Yang menonjol dalam kasus ini adalah penipuan penjualan online melalui Facebook.

"Kalau penipuan online kebanyakan pelaku dari luar kota Palopo. Korbannya kebanyakan mahasiswa," imbuhnya.

Ardy Yusuf berharap pada tahun 2019 ini masyarakat Kota Palopo agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Untuk terhindar dari penipuan harus dilihat lebih cermat siapa yang menawarkan.

"Semoga tahun 2019 ini masyarakat bisa lebih paham dan mengerti dalam menggunakan media sosial agar kasus ini tidak lagi bertambah," tutupnya. (*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved