Bank Indonesia Syukuri Inflasi Sulsel di Tahun 2018 Hanya 3,5 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data inflasi Sulsel Desember 2018.

Bank Indonesia Syukuri Inflasi Sulsel di Tahun 2018 Hanya 3,5 Persen
sanovra/tribuntimur.com
Suasana konsep kantor pelayanan kafe BNI Digital Branch yang terletak di lantai 2 Mall Phinisi Point Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu (09/01/19) Konsep BNI Digital Branch guna memberikan solusi keuangan yang cepat dan mudah kepada nasabah yang saat ini didominasi kaum milenial dengan menghadirkan inovasi baru. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data inflasi Sulsel Desember 2018.

Berdasarkan data yang dirilis, di Desember 2018, Sulsel mengalami Inflasi 0,86 persen secara bulanan. Sementara berdasarkan tahun kalender, Sulsel mengalami inflasi 3,50 persen.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI KP Sulsel, Dwityapoetra Soeyasa Besar bersyukur.

"Alhamdulillah inflasi Sulsel mencapai targetnya dengan tepat yaitu 3,5 persen dengan kontributor inflasi dari angkutan udara, ikan bolu, daging ayam ras dan telur ayam," kata Poetra sapaannya.

Angkutan udara, kata Poetra memang sudah naik sejak Oktober lalu.

"Sementara daging ayam ras dan telur ayam ras naik karena harga pakan yg naik dan permintaan yg meningkat saat HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional)," ujarnya.

Suasana konsep kantor pelayanan kafe BNI Digital Branch yang terletak di lantai 2 Mall Phinisi Point Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu (09/01/19)  Konsep BNI Digital Branch guna memberikan solusi keuangan yang cepat dan mudah kepada nasabah yang saat ini didominasi kaum milenial dengan menghadirkan inovasi baru.
Suasana konsep kantor pelayanan kafe BNI Digital Branch yang terletak di lantai 2 Mall Phinisi Point Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu (09/01/19) Konsep BNI Digital Branch guna memberikan solusi keuangan yang cepat dan mudah kepada nasabah yang saat ini didominasi kaum milenial dengan menghadirkan inovasi baru. (sanovra/tribuntimur.com)

Oleh karena itu, BI sangat apresiasi sinergi baik semua pihak yang terlibat langsung dan tidak langsung seperti Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, ulama, pemuka agama, Tim Percepatan Akses Kuangan Daerah (TPKAD), media dan lainnya.

"Yang concern terhadap pengawalan terhadap daya beli masyarakat. Sangat flexible dan cepat respon kawan-kawan di TPID dan Satgas Pangan," ujar lelaki berkamata itu.

Ke depan tantangan makin berat, kata Poetra, mengingat cuaca ekstrim, potensi penyesuaian BBM, tekanan terhadap nilai rupiah, dan lainnya.

"Oleh karena itu perlu pengendalian yang lebih terstruktur dan efektif khususnya dalam memastikan ketersedian pasokan dan kelancaran distribusi terutama ikan bolu, daging ayam ras, dan telur ayam," katanya. (*)

Baca: Ferdinand Bertekad Pecahkan Rekor Gol dalam 2 Musim Terakhir

Baca: Petugas BPBD Maros Kecurian Ponsel di Kantornya, Korban Melapor ke Polisi

Baca: 32 Personel Polres Luwu Naik Pangkat

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

 

Baca: Hasil Liga Inggris - Manchester City Terdepak dari Posisi Puncak Digantikan Tottenham Hotspur

Baca: VIDEO: Wae Tomboe Balangriri Bulukumpa Jadi Pilihan Libur Tahun Baru Warga

Baca: LAGI VIRAL Pernikahan dengan Mahar Sepasang Sandal Jepit, Ternyata Ada Cerita Berkesan di Baliknya

Baca: 427 CPNS Pangkep Lolos Jadi ASN, Ini Jadwal Pemberkasannya

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved