Usaha Laundry Syariah, Sistem Bagi Hasil dengan Modal Patungan

Bagi Anda yang tertarik berbisnis laundry dengan investasi minim. Syirkah Laundry menawarkan kemitraannya.

Usaha Laundry Syariah, Sistem Bagi Hasil dengan Modal Patungan
Dokumentasi Syirkah Laundry
Syirkah Laundry 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bisnis usaha laundry sudah menjamur di kota Makassar. Namun potensinya masih cukup besar sebab sebaguan besar masih belum dikelola dengan management yang baik dan profesional

Bagi Anda yang tertarik berbisnis laundry dengan investasi minim. Syirkah Laundry menawarkan kemitraannya.

Menganut sistem syariah, para mitra akan diganjar bagi hasil dengan modal patungan bervariasi dan dikelola oleh para pengusaha laundry yang sudah berpengalaman di bidang ini.

Salah satu penggagas Syirkah Laundry di Makassar, Khaidir Khaliq via pesan WhatsApp menuturkan, dengan modal Rp 5 juta Anda sudah menjadi bagian dari pemilik bisnis laundry bernilai ratusan juta dengan konsep cafe modern pertama di kota makassar, diharapkan dengan konsep syariah seperti ini maka akan bisa menyerap banyak tenaga kerja dan mendukung program pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.

"Berbisnis laundry sangat tepat hari ini, pertama perputaran uang cepat, tidak kadaluarsa, dan kebutuhan laundry banyak dan terus meningkat, intinya selama manusia masih pakai baju maka bisnis laundry akan terus menungkat" katanya.

Keunggulan berinvestasi di Syirkah Laundry, kata Khaidir yakni, putaran uang harian profir besar, bermodal minim, mengurangi risiko kerugian, dan konsep syariah syirkah ini memperkuat jaringan muamalah dan membangun ekonomi umat.

"Outlet kami di Jl Paccerakkang. Saat ini telah selesai tahap renovasi dan akan segera lauching 2 Januari 2019," katanya.

Layanan yang ditawarkan kepada masyarakat mulai cuci kiloan, cuci satuan, setrikan kiloan, mini cafe, cuci sepatu, cuci karpet, cuci sofa atau springbed dan ada promo cuci gratis 1.000 kg saat launching besok.

"Pola kemitraan sistem bagi hasil, tahun pertama investor 80 persen dan pengelola 20 persen, tahun kedua 75 persen dan 25 persen, tahun ketiga 60 persen dan 40 persen, tahun keempat 55 persen dan 45 persen, tahun kelima 45 persen dan 55 persen," kata Khaidir. (*)

Baca: Korban Longsor Sukabumi Bertambah: 5 Tewas, 38 Masih Dicari

Baca: VIDEO: Suasana Anjungan Pantai Losari Makassar di Awal Tahun 2019

Baca: Foto-foto Mewahnya Jet Pribadi Maia Estianty, Pantas Rajin Plesiran ke Beberapa Kota

Baca: Pangdam XIV Hasanuddin Galakkan Penghijauan di Makodam

Baca: Sambut Tahun Baru, Warga Binaan Rutan Kelas I Makassar Gelar Zikir Bersama

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

 

Baca: Cantik dan Anggunnya Artis Bella Saphira Pakai Hijab Sekarang Bahas Penyakit Hati

Baca: Rangkaian Kata-kata Mutiara Ucapan Selamat Tahun Baru 2019, Bagikan Sekarang di WA, FB, IG

Baca: Bursa Transfer Liga 1 2019 - Bandingkan Buruan Persija, PSM & Persib, Siapa Dapat Esteban Vizcarra?

Baca: TERBARU Kronologi Lengkap Terjadinya Tsunami Selat Sunda Diungkap BMKG, Jam Demi Jam

Baca: VIDEO Angin Puting Beliung Terbangkan Atap Rumah di Cirebon: 165 Rumah Rusak, 1 Orang Meninggal

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved