KPU Sulbar Harap KPU Kabupaten Lebih Kreatif Tarik Minat Partisipasi Masyarakat

Ada tiga agenda yang di lakukan pada Kamis, 27 – 28 Desember 2018 lalu. Bertempat di Aula Hotel Sajojo, Jl. Pendidikan,

KPU Sulbar Harap KPU Kabupaten Lebih Kreatif Tarik Minat Partisipasi Masyarakat
Herson/Tribunmamasa.com
Komisioner KPU Koordinator divisi partisipasi masyarakat pendidikan pemilih dan SDM KPU Prov. Sulbar Adi Arwan Alimin saat memaparkan agenda di rapat parmas KPU di Aula Sajojo, lantai 2 Jl. Pendidikan, Dusun Tatoa, Kel. Mamasa, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa, Prov. Sulbar   

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

TRIBUNMAMASA.COM, Mamasa – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Sulawesi Barat mengelar rapat koordinasi KPU bersama seluruh komisioner se–Kabupaten Sulawesi Barat dalam rangka lebih memantapkan koordinasi lintas kabupaten.

Ada tiga agenda yang di lakukan pada Kamis, 27 – 28 Desember 2018 lalu. Bertempat di Aula Hotel Sajojo, Jl. Pendidikan, Dusun Tatoa, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.

Agenda yang dimaksud diantaranya rapat partisipasi masyarakat, rapat evaluasi sengketa proses pemilu dan pencegahan sengketa/pelaksanaan tahapan pemilu 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Barat.

Baca: Polairud Imbau Nelayan Parepare dan Pinrang Tak Terlalu Jauh Jika Turun Melaut

Baca: 4 Potret Anggun Ratu Tisha Usai Diperiksa Bareskrim & Alasannya Larang Fakhri Husaini ke Mata Najwa

Baca: Lowongan Kerja PT Nissan Motor Indonesia Besar-besaran, Lulusan S1 Semua Jurusan, Daftar Online!

Ketiga agenda ini di bagi dalam tiga sesi dan di tempat yang berbeda, pada sesi agenda rapat koordinasi divisi partsipasi masyarakat (parmas) pendidikan pemilih dan SDM yang digelar KPU dari setiap kabupaten di aula lantai 2 sajojo.

Rapat pada divisi ini diawali dari pembacaan laporan secara fisik, meski kami sudah menerima laporan sebelumnya via berkas atau Email. Tapi kita berharap dari paparan teman –teman antara kabupaten itu akan mucnul semacam ide atau gagasan baru, yang sifatnya best praktis dan bisa dilaksanakan di kabupaten lain.”ujar Komisioner KPU Koordinator divisi partisipasi masyarakat pendidikan pemilih dan SDM KPU Prov. Sulbar Adi Arwan Alimin, Jumat, 29/12/2018 siang.

Pada divisi partisipasi masyarakat ini (parmas) lebih menekankan pada metode adaptasi. Dimana pada sebuah kegiatan dituntut untuk bisa mengadaptasi atau memodifikasi setiap kegiatan, yang mungkin berbeda di tiap kabupaten. Biarpun nama kegiatannya sama tapi metode yang digunakan berbeda misalnya di Mamasa, Majene dan Pasangkayu. Tentu saja dengan tujuan untuk pengembangan dan penyebarluasan informasi termasuk ide – ide dan gagasan yang bisa makin melibatkan partisipasi masyarakat dalam semua kegiatan KPU.

Lebih lanjut Adi Arwan Alimin menambahan kepada tribunmamasa bahwa cakupan wilayah yang begitu luas di tambah sumber daya yang tidak terlalu banyak kadang menjadi kendala tapi dengan melakukan kursus pemilu, dan adanya relawan demorkasi, yang kita harapkan bisa banyak membantu.

Tapi sebenarnya kalau kita mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki KPU seperti teman – teman ad hock yang ada di kecamatan, desa – desa bisa sangat membantu tetapi mungkin kita terbatas di anggaran. Karena melibatkan orang banyak itu membutuhkan biaya dan sebagainya,”ujarnya.

Sehingga KPU Provinsi Sulbar berharap untuk teman – teman yang ada di setiap kabupaten itu bisa membuat program atau kegiatan  yang tidak harus selalu berorientasi pada uang tapi bagaimana mereka mengandalkan kompetensi mereka misalnya memasuki semua kalangan, komunitas atau kelompok. Dengan harap  teman – teman nantinya bisa melakukan metode yang efektif  yang tidak menggunakan anggaran.

Sedangkan target untuk pemilih sendiri pada tahun 2019 nanti 77,5%, dan KPU Provinsi Sulbar berharap bisa melewati target itu. Karena antusiasme warga pemilih cukup besar, entah itu mungin karena pengaruh media, televisi, media sosial dan seabgainya atau mungkin juga faktor keserentakan untuk pemilih 2019 nanti baik dari tingkat kabupaten maupun sampai pada capres.

Kan, yang mengerakan pemilih bukan Cuma KPU saja, termasuk  juga peserta pemilu. Jadi kita harus terus mendorong pendidikan pemilih termasuk pendidikan politiknya bahkan mobilisasi massa dengan partisipasi itu mesti harus berbarengan,” tuturnya. 

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved