Catatan Qasim Mathar; Cuma Satu Bintik di Qadian

Sinar matahari melembutkan tebalnya kabut yang sejak tengah malam memaksa peserta Jalsa Ahmadiyah di Qadian berpakaian berlapis-lapis.

Catatan Qasim Mathar; Cuma Satu Bintik di Qadian
Qasim Mathar
Qasim Mathar di Qadian 

Qasim Mathar

Cendekiawan Muslim

TRIBUN-TIMUR.COM-Sinar matahari melembutkan tebalnya kabut yang sejak tengah malam memaksa peserta Jalsa Ahmadiyah di Qadian berpakaian berlapis-lapis. 

Matahari bersinar terang jelang salat Jumat. Tidak panas, karena angin dingin Qadian menyusup ke celah-celah lapisan pakaian kami. Sejuk di bawah matahari. 

Setelah tiba waktu salat Jumat, ribuan peserta bergerak bersamaan ke tempat pelayanan air. Berwuduk ada dua cara: dengan air dan bukan air (tayammum).

Kedua cara itu menjadi pilihan yang dipakai oleh peserta Jalsa. Begitu pula, Nabi Muhammad memberi contoh tidak hanya satu cara di dalam melakukan salat. 

Karena kondisi lapangan yang berkarpe t ada yang berkursi, ada juga tanpa kursi, maka jemaat melakukansalat Jumat dengan dua cara. Yang tak berkursi, salat berdiri seperti yang biasa dilihat. 

Yang berkursi melakukan salat duduk di kursi, seperti yang biasa dilakukan jika salat di atas pesawat atau di dalam mobil. Saya bertayammum dan  salat duduk di kursi (peserta Indonesia di arena yang berkursi).

Hari kedua Jalsa Sabtu 29 Desember pun berlangsung lanca r. Di kamar penginapan, sebelum berangkat ke Jalsa, saya dikirimi video tentang banjir di Barru.

Di arena Jalsa, beberapa WA teman mengirim berita tentang gempa besar di Talaud dan Pilipina, yang berpotensi tsunami.

Halaman
12
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved