HARI IBU - Ditinggal Suami, Wanita Mamasa Ini Bertahan Hidup Sebagai Pemecah Batu

Dari pekerjaan itu, Langi mendapat penghasilan sekitar Rp 400 ribu per bulan.Uang sebesar itu tentu tak cukup untuk makan Langi, dua anak dan dua cu

HARI IBU - Ditinggal Suami, Wanita Mamasa Ini Bertahan Hidup Sebagai Pemecah Batu
herson/tribunmamasa.com
Langi Minanga bekerja sebagai pemecah batu. 

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Menjadi buruh pemecah batu bukanlah keinginan Langi Minanga (69).

Pekerjaan yang sudah sepuluh tahun digelutinya.

Sejak ditinggalkan suaminya, Langi harus mandiri.

Agar anak dan cucunya tetap makan.

"Saya tidak punya pilihan lain. Saya tidak punya kebun atau sawah. Saya tinggal di pondok kecil di dekat jembatan," kata Langi kepada tribunmamasa.com, Jumat (21/12/2018) sore.

Langi menceritakan kisahnya sambil memalu batu sungai menjadi kerikil.

Sesekali ia mengelap peluh di wajahnya.

"Saya asli dari Desa Paladan. Sejak tinggal di desa ini (Desa Bombong Lambe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat), hanya ini pekerjaan yang bisa saya lakukan," ujarnya.

Menurut Langi, suaminya sudah lama pergi. 

Halaman
12
Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved