200 Jenis Anggrek Khas Mamasa Mulai Dijajakan di Lapak Online Indonesia

menjual dengan harga eceran terendah Rp35 ribu hingga paket tanaman tertinggi, seperti jenis Vanda, seharga Rp665 ribu.

200 Jenis Anggrek Khas Mamasa Mulai Dijajakan di Lapak Online Indonesia
dok_bukalapak_noprianto
ANGGREK_MAMASA - Paket 12 jenis anggrek laris asal Mamasa, Sulawesi Barat, yang dijajakan di situs jual beli Bukalapak. 

TRIBUN-TIMUR.COM-MAMASA – Keanekaragaman hayati berupa tanamah hias tropik di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai dijajakan di dunia maya.

Tanaman hias jenis anggrek, Orchidaceae dari kabupaten pedalaman berjarak 250 km sebelah tenggara Kota Makassar, Sulsel ini, mulai dijajakan di situs jual beli online, Bukalapak.

Si pelapak, Noprianto  mengklaim menjual setidaknya 200 jenis anggrek.
Kebanyakan jualannya jenis anggrek tanah, Spathyphyllum.

Pelapak yang mengklaim diri berasal dari Mamasa ini menjual dengan harga eceran terendah Rp35 ribu hingga paket tanaman tertinggi, seperti jenis Vanda, seharga Rp665 ribu.

Baca: Sering Becek Ketika Hujan, Tambang Galian C di Poros Mamasa Malabo Dikeluhkan

Lapakan ini kian marak, hanya lebih sepekan setelah Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar meneken perjanjian kerja sama dengan Co-Founder and Presiden Direktur PT Bukalapak.com Fajrin Rasyid di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, awal Desember 2018 lalu.

JUALAN ONLINE - Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid dan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar usai meneken kerjasama online di Hotel Sahid Jakarta, awal Desember 2018.
JUALAN ONLINE - Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid dan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar usai meneken kerjasama online di Hotel Sahid Jakarta, awal Desember 2018. (dok_tribun-timur/nurhadi_courtesy_pemprov_sulbar)

Kerja sama inisiatif ini juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinisi Sulbar Muhammad Jaun, dam Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar M Wahab dan Kepala Badan Penghubung Andi Ahmad Refi.Noprianto bukan pelapak baru di situs komersil di Indonesia.

Dia sudah bergabung jauh sebelum ada MoU pemerintah dengan PT.Bukalapak.com.

Pelapak Noprianto misalnya menjual benih tanaman anggrek khas Sulbar, jenis Gramma Stapeli. Dengan bibit tanaman berat 750 gram, dia menjual 1 rumpun dengan isi 5-6 bulb (kelopak) seharga Rp180 ribu.

Baca: Transfer Uang dari Jakarta ke Sulbar Tahun 2019 Capai Rp 7 Triliun

Melihat peluang pasar hobbiest dalam dan luar negeri, dia menjual paket anggrek terlaris Mamasa.

Paket 12 jenis anggrek spesies khas Sulawesi Barat itu antara lain jenis Dendro Uncatum, Robikueta, Bulbo carantulatum, Gramma Stapeli, Dendro platygastrium, Dendro Bicaodatum, Paphio sangi, Vandopsis, Dendro purpureum, Dendro torajaense, Phal venosa, dan jenis tangkai paling diminati dari dataran tropis Vanda Helvola.

Baca: Warga Keluhkan Bau Sampah, DLH Mamasa Janji Siapkan TPA Baru

Baca: Pedagang Pernak Pernik Natal di Mamasa Mengeluh Sepi Pembeli, Ini Masalahnya

Saat memberi sambutan usai MoU dengan pemerintah Provinsi Sulbar, Fajrin mengatakan, Bukalapak terus berkomitmen untuk membangun Indonesia dengan pemanfaatan teknologi.

Pihaknya membuka peluang kerja sama dengan siapa saja termasuk pemerintah provinsi seperti Sulawesi Barat.
"Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, penetrasi digital di Sulawesi Barat bisa semakin meningkat," kata Fajrin.

Dia berharap, kerja sama tersebut mengoptimalkan berbagai fitur dan produk di Bukalapak demi memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat di Sulawesi Barat serta memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat.

"Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan model bisnis dari offline menjadi online serta penyajian data dan informasi produk unggulan Sulawesi Barat adalah tiga hal yang menjadi sorotan kerja sama ini," ucapnya.

Provinsi Sulawesi Barat memiliki komoditas produk unggulan seperti cokelat, kopi dan pisang serta beragam produk olahan laut.

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved